Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan panggilan terhadap Dito Mahendra pada 6 Februari 2023. Pemanggilan ini terkait sebagai saksi kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri berharap Dito Mahendra bisa kooperatif memenuhi panggilan. Sebab, pada tiga panggilan sebelumnya, Dito tak hadir.
"Kami berharap saksi ini kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik KPK. Karena keterangannya sangat dibutuhkan," ujar Ali Fikri, Kamis (2/2/2023).
Sebelumnya, KPK telah memanggil Dito Mahendra pada 8 November dan 21 Desember 2022, lalu 5 Januari 2023. Namun, Dito tak memenuhi panggilan.
Ali Fikri mengatakan, KPK telah mengirimkan surat panggilan keempat ke alamat terbaru Dito.
"Telah kami kirimkan ke alamat terbaru di Kelurahan Selong Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," ujarnya.
Ali Fikri mengungkapkan, pihaknya sebelumnya sudah berkomunikasi dengan penyidik Polres Serang untuk agenda pemeriksaan saksi Dito Mahendra.
"Kami telah komunikasi dengan penyidik Polres Serang terkait informasi pemeriksaan Dito Mahendra S," kata Ali Fikri.
Respons Nikita Mirzani
Baca Juga: Dugaan Pencemaran Nama Baik, Tengku Zanzabella Polisikan Nikita Mirzani
Sementara itu, artis Nikita Mirzani ikut angkat suara terkait pemanggilan Dito Mahendra oleh KPK. Diketahui, keduanya telah lama berseteru.
Pada Jumat (3/2/2023), Nikita Mirzani mengunggah cuplikan video salah satu televisi swasta di akun Instagram-nya yang telah terverifikasi.
Dalam unggahan itu, Nikita Mirzani meminta KPK tidak lemah menghadapi Dito Mahendra.
"Jangan lemah kpk @official.kpk. Semoga bisa hadirkan Dito Mahendra yang banyak nyusahin orang, termasuk saya disusahin juga," tulis @nikitamirzanimawardi_172, dikutip Sabtu (4/2/2023).
Bahkan, Nikita Mirzani menyarankan KPK melakukan jemput paksa Dito Mahendra jika tak juga penuhi panggilan pada 6 Februari 2023 mendatang.
"Bisa dijemput paksa kalau senin tanggal 6 gak dateng juga," tulisnya.
"1 lg pak. Jng gampang percaya sama @polresta.serang.kota apalagi kasat nama nya david. Di duga dia Bohong pak klo sudah meminta keterangan dito yg badan nya gempal itu pak. Soalnya setau saya wkt saya di panggil ke Polres serang kota aja wartwan di ksh tau semua pak tiba2 Di Polres udh rame wartawan pada dtg dari jkt .Trs saya di poto2 pak . Lah ini masa dito sih gempal dtg ke Polres serang anyep aja ga ada yang tau. Jadi jng percaya pak sama Polres serang selama mereka ga mengeluarkan bukti foto & video saat dito yg ber tubuh gempal itu lg di BAP. Kasat david itu di duga juga melakukan penambahan pasal 36 ke saya. Jadi klo cuma ngomong dito hadir ke serang itu mah Gampil buat seorang kasat bernama DAVID. Bukan Begitu david."
Nikita Mirzani pun menyindir Dito Mahendra untuk berani memenuhi panggilan KPK jika merasa tidak salah.
"Dito Mahendra sih gempal . Klo ga salah ngapain takut di panggil KPK sampai panggil ke-3 pun ga datang-datang. Hidup jadi BURONAN itu ga enak tau. Ga bisa ke MALL mihiihihihihi. 1 lgi untuk kejaksaan serang kota tunggu giliran," pungkas Nikita Mirzani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara