- Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monas pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 06.00-18.00 WIB.
- Pengalihan arus kendaraan dilakukan di ruas jalan Medan Merdeka untuk menjamin kelancaran mobilitas selama peringatan Hari Buruh Internasional.
- Pemerintah menyediakan 12 kantong parkir resmi dan menyesuaikan rute layanan TransJakarta guna memfasilitasi kebutuhan peserta aksi serta warga umum.
Suara.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengumumkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas) guna menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.
Kebijakan pengaturan arus kendaraan ini mulai berlaku efektif hari ini, Jumat (1/5/2026), sejak pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Langkah tersebut diambil untuk menjamin kelancaran mobilitas warga di tengah konsentrasi massa yang diperkirakan memadati jantung ibu kota.
Fokus utama penutupan jalan mencakup seluruh ruas vital yang bersinggungan langsung dengan pusat kegiatan, yakni Jalan Medan Merdeka Barat, Timur, Selatan, hingga Utara.
Pengendara yang melintas dari arah utara atau Harmoni menuju selatan akan dialihkan melalui rute Jalan Juanda, Jalan Suryopranoto, hingga tembus ke kawasan Cideng dan Tanah Abang.
Sebaliknya, arus lalu lintas dari arah selatan atau Bundaran HI yang hendak menuju utara diarahkan melewati Jalan MH Thamrin kemudian berbelok menuju Jalan KH Wahid Hasyim.
Bagi masyarakat yang datang dari arah timur atau Kwitang menuju barat, rute alternatif disediakan melalui Jalan Gunung Sahari Raya, Jalan Budi Utomo, hingga tembus ke Jalan Katedral.
Selain pengalihan arus, Dishub DKI Jakarta juga menyiapkan 12 kantong parkir resmi untuk mengakomodasi kendaraan para peserta aksi maupun pengunjung umum.
Beberapa lokasi parkir yang tersedia antara lain berada di IRTI Monas, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, hingga area lapangan parkir di kawasan Ancol dan Lapangan Banteng.
Baca Juga: May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR
Layanan transportasi umum TransJakarta dipastikan tetap beroperasi secara normal, namun akan menyesuaikan rute pemberhentian pada titik-titik halte yang terdampak pengalihan arus.
"Diimbau kepada masyarakat mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku, mengutamakan keselamatan di jalan dan mematuhi aturan lalu lintas yang telah diterapkan," tulis Dishub DKI Jakarta dalam keterangan resmi mereka di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia
-
Ojol Desak Prabowo Terbitkan Perpres, Tuntut Skema Bagi Hasil 90:10 di May Day
-
Mojtaba Khamenei Bersumpah Pertahankan Nuklir Iran
-
Mojtaba Khamenei Muncul, Deklarasikan Kemenangan Atas AS Serta Penguasaan Penuh Jalur Selat Hormuz
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo