-
IRGC mengancam akan menghancurkan kapal perang AS jika infrastruktur Iran diserang militer Amerika.
-
Donald Trump sedang mengkaji opsi serangan kilat dan blokade laut di Selat Hormuz.
-
Ketegangan meningkat akibat kegagalan negosiasi dan dampak krisis energi global yang kian parah.
Suara.com - Teheran bersiap meluncurkan serangan balasan besar-besaran untuk menenggelamkan armada tempur Amerika Serikat jika agresi militer benar-benar terjadi.
Komandan Pasukan Dirgantara IRGC memberikan peringatan keras ini sebagai respon atas rencana serangan mendadak Pentagon ke wilayah mereka.
Dikutip dari Tasnimnews, langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa Donald Trump sedang mengkaji opsi serangan kilat untuk melumpuhkan aset strategis Iran.
Eskalasi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan maritim di kawasan Teluk yang saat ini sedang membara.
Ancaman ini bukan sekadar gertakan mengingat sejarah serangan presisi Iran terhadap pangkalan militer Amerika sebelumnya.
Brigadir Jenderal Seyed Majid Mousavi secara terbuka memperingatkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) terkait rencana serangan infrastruktur tersebut.
"Anda telah melihat nasib pangkalan Anda di kawasan; Anda juga akan melihat nasib kapal perang Anda," tulis Jenderal Mousavi dalam sebuah unggahan.
Pernyataan ini muncul saat Laksamana Brad Cooper dari CENTCOM dilaporkan memberikan pengarahan militer khusus kepada Donald Trump.
Trump disebut sedang mempertimbangkan serangan skala besar guna memecah kebuntuan negosiasi atau memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang.
Baca Juga: Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak
Rencana CENTCOM tersebut mencakup rangkaian serangan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang menyasar fasilitas vital nasional.
Selain serangan udara, muncul usulan provokatif untuk merebut kendali sebagian wilayah Selat Hormuz demi kepentingan pengiriman komersial.
Operasi darat tersebut bahkan melibatkan wacana pengiriman pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran.
Trump sendiri menyatakan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran mungkin lebih efektif dibandingkan sekadar melakukan pengeboman udara.
Merespon hal itu, Jenderal Mousavi menegaskan bahwa durasi serangan musuh tidak akan mengurangi daya ledak balasan dari pihak Iran.
"Dengan serangan yang menyakitkan, berkepanjangan, dan menjangkau jauh, kami akan menanggapi operasi musuh—meskipun operasi itu cepat dan singkat—dengan izin Tuhan," tegas Mousavi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya