/
Senin, 06 Februari 2023 | 20:19 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. ([Antara])

Wacana penghapusan Pilgub menuai pro dan kontra. Salah satunya yang disuarakan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Gibran lebih setuju pemilihan gubernur atau Pilgub berbasis demokrasi tetap digelar. Sehingga masyarakat dapat berperan dalam tatanan pemerintahan.

"Kalau bisa seperti sekarang aja lah ya. Biar demokrasi tetap berjalan," kata Gibran di Solo, Senin (6/2/2023).

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mengatakan demokrasi akan berjalan dengan melibatkan masyarakat luas.

"Luwih gayeng (lebih meriah) begini," katanya.

Meski pada pemilu memerlukan anggaran besar tetapi, katanya, akan tetap berguna mengingat warga harus tetap berpartisipasi pada pemilihan daerah.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo setuju jika gubernur tidak dipilih langsung oleh masyarakat melalui pemilu melainkan ditunjuk pemerintah pusat.

Terkait dengan hal itu, Bamsoet mengatakan sebagai partai politik pihaknya harus ikut pada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU.

"Karena KPU ini adalah produk undang-undang dan undang-undang yang membuat DPR dan pemerintah, DPR adalah perwakilan partai politik," katanya.

Baca Juga: Disinggung Kemungkinan Maju Pilgub 2024, Gibran: Ntar Aja, Fokus PBB Dulu

Ia juga mengelak jika pernyataan tersebut merugikan Partai Golkar.

"Kalau politik ini bukan untung rugi, yang untung rugi kalau kita bikin warung. Politik bukan soal itu," katanya. [Antara]

Load More