Bharada E atau Richard Eliezer baru saja divonis 1 tahun 6 bulan atas perkaran pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rabu (15/2/2023).
Bharada E memang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Namun, berkat keberaniannya selaku justice collaborator (JC) sekenario yang dibuat Ferdy Sambo terbongkar dalam proses persidangan.
Selain vonis terhadap Bharada E, dalam tiga hari ini semua terdakwa yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J telah divonis. Ferdy Sambo divonis mati, Putri Canrawathi 20 tahun, Ricky Rizal 13 tahun, dan Kuat Ma'ruf 15 tahun.
Seiring vonis yang dijatuhkan kepada Bharada E yang menjadi JC atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J, punblik banyak mencari tahu profil Bharada E alias Richard Eliezer.
Profil Bharada E
Mempunyai nama lengkap Richard Eliezer Pudihang Lumlu. Usia Bharada E terbilang masih sangat muda yakni 24 tahun. Bharada E beragama Kristen dan terakhir berpangkat Bharada atau Tamtama di kepolisian.
Tamtama adalah pangkat paling rendah dalam kepolisian. Richard Eliezer juga merupakan ajudan atau asisten pribadi Ferdy Sambo yang lebih dulu mendapatkan vonis mati.
Dikutip dari berbagai sumber, Bharada E merupakan salah satu penembak jitu kelas satu di Resimen Pelopor. Ia juga menjadi pelatih teknik penyelamatan pada medan vertikal atau curam (vertical rescue).
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif Kombes Pol Budhi Herdi Susianto tak lama setelah kasus pembunuhan ini mencuat ke publik.
Baca Juga: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Bharada E Ingin Kembali Jadi Anggota Brimob Seusai Jalani Hukuman
“Bharada E ini pelatih vertical rescue dan di Resimen Pelopor dia menjadi tim penambak kelas satu,” ujar Kombes Pol Budhi pada Selasa, 12 Juli 2022 silam.
Keahlian Richard Eliezer dalam melakukan vertical rescue sejalan dengan hobinya yaitu memanjat tebing. Sebagaimana diketahui dari akun Instagram pribadinya @r.lumlu. Bharada E banyak menggunggah foto kegiatannya saat melakukan panjat tebing.
Masa Lalu Richard Eliezer
Masa lalu Richard Eliezer atau Bharada E kini terkuak usai namanya menjadi sorotan publik. Psikolog klinik dewasa Liza Marielly Djaprie menyebut di masa kecilnya merupakan anak yang patuh, manis dan suka menolong.
Bharada E saat beranjak remaja tepatnya saat SMP sempat masuk ke dalam ruang lingkup kenakalan remaja hingga mengikuti beberapa kali tawuran bersama teman-temannya.
Meski demikian, sang psikolog lIza Marielly Djaprie menanggapi hal ini adalah wajar yang sedang mencari jati diri.
"Dia juga sempat agak-agak bandel lah nakal dalam itu sekitar SMP jadi mengenal tawuran. Hal yang buat secara wajar masih dalam porsi yang normal karena memang pada fase remaja cenderung lebih ngikutin peer group kelompoknya," ungkap Liza.
Jika menurutnya sang ahli yang meringankan dalam sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J pada 26 Desember 2022 yang lalu.
Bharada juga diketahui sempat mengikuti berbagai jenis kompetisi dalam tarik suara.
Biodata
Nama lengkap: Richard Eliezer Pudihang Lumiu
Panggilan: Richard
Agama: Kristen Protestan
Tempat lahir: Manado, Sulawesi Utara
Tanggal lahir: 14 Mei 1998
Zodiak: Taurus
Umur: 24 tahun
Akun Instagram: @/r.lumiu
Pendidikan: alumni Akpol tahun 2019
Pekerjaan: Anggota Polri Pangkat: Baradha (Bhayangkara Dua)
Golongan: Tamtama dalam kepangkatan Polri
Berita Terkait
-
Usai Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Bharada E Bakal Disidang Etik Polri?
-
Bharada E Divonis 1 Tahun 6 Bulan Bui, Warganet: Kejujuran Selalu Akan Menang
-
Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Begini Ekspresi Bharada E
-
Minta Bharada E Divonis Bebas, Pendukung: Kalau Richard Tak Ada, Kemungkinan Ferdy Sambo Bisa Mengarang Cerita
-
Begini Rencana Bharada E ke Depan Jika Tak Bisa Lagi Jadi Anggota Brimob
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Akhir Pekan Makin Hemat! Diskon Grab hingga Rp50.000 Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan
-
Pemerasan Modus Kencan via MiChat, 5 Orang Dibekuk Polisi Pekanbaru
-
Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal
-
Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai