/
Selasa, 21 Februari 2023 | 16:54 WIB
Ridwan Kamil dan Lucky Hakim (Instagram Ridwan Kamil)

Publik merespon pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim pada Senin (20/2/2023) kemarin.

Beberapa netizen mendesak agar Ridwan Kamil tak memberi restu atau menggagalkan upaya pengunduran diri Lucky Hakim dari jabatannya sebagai Bupati Indramayu.

Publik malah meminta Ridwan Kamil turun langsung ke Indramayu untuk mencari akar permasalahan yang ada di sana.

Bukan cuma mencari akar permasalahan mengapa Lucky Hakim resign, tapi juga mencari permasalahan apa yang kini dialami rakyat Indramayu.

"Pak, jangan kasih Resign. Cari Akar Permasalahan nya. Investigasi juga Bupati Indramayu nya, Penyebabnya apa???," tulis @doreskaulina** di kolom komentar akun Indtagram Ridwan Kamil dikutip Selasa (21/2/2023).

"kang emil, cari solusinya, jangan biarkan Pak wakil bupati yg ganteng resign," timpal netizen lainnya.

Netizen juga kecewa pada Bupati Indramayu Nina Agustiana lantaran tak bisa meminta klarifikasi dari sang bupati.

"Logika nya kalau merasa ga buat kesalahan apa-apa bakal santuy aja ga sampe menonaktifkan kolom komen ya bu," tulis @a_wan***.

Ridwan Kamil sendiri rencananya bakal meminta keterangan dari Nina Agustina usai bertemu dengan Lucky Hakim.

Baca Juga: Habisi Nyawa Janda, Kakek Sulistyo Ditetapkan Tersangka Pembunuhan Berncana

Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan dirinya belum menerima surat panggilan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait pengunduran diri Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim.

"Saat ini saya belum ada surat dari Pak Gubernur, saya menunggu. Kalau pun dipanggil, maka kami akan taat kepada pimpinan," kata Nina, Senin (20/2/2023) dikutip dari Antara.

Nina menambahkan apabila surat panggilan dari Ridwan Kamil sudah sampai, maka dia memastikan akan datang dan memberikan keterangan yang diminta.

"Pastinya (saya) menyanggupi," tambahnya.

Dia mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan Lucky Hakim sehingga dia mengajukan untuk mundur dari jabatannya. Namun, lanjut Nina, dalam sebuah organisasi maupun pekerjaan, dia tidak menampik kemungkinan ada selisih paham dan komunikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Kalau saya pribadi tidak ada masalah; tapi dalam suatu organisasi atau dalam perjalanan kinerja, pasti ada selisih paham dan missed-komunikasi yang sebenarnya masalah besar bisa kita kecilkan dan masalah kecil bisa kita hilangkan," katanya.

Load More