Elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir sebagai kandidat calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 semakin melejit. Hal ini berdasar hasil survei termutakhir dari Survei dan Poling Indonesia (SPIN).
Erick Thohir mengalahkan figur-figur lain, seperti Ketua Umun Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyo (AHY), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, bahkan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Pengamat politik Lukman Edy menilai ada dua faktor yang membuat Erick Thohir saat ini menjadi kandidat cawapres terkuat. Yakni kinerja dan keterampilan membangun komunikasi.
"Masuknya nama Erick Thohir (sebagai kandidat cawapres terkuat) tidak terlepas dari kinerja dan komunikasi yang dibangun selama ini," kata Lukman, Rabu (22/2/2023).
Lukman menyampaikan kinerja baik Erick itu terbukti atas keberhasilannya melakukan transformasi di BUMN.
Lukman bahkan mengakui keberhasilan Erick mentransformasikan BUMN membuat nama dia melesat menjadi figur cawapres yang potensial.
Selain itu, tambah dia, Erick juga berhasil menunjukkan catatan kinerja baik lainnya selama memimpin BUMN.
Penilaian mengenai Erick Thohir yang berhasil memimpin BUMN bukan merupakan hal yang berlebihan.
Hal itu telah terbukti dari jumlah laba BUMN yang terus melesat pada setiap tahunnya.
Baca Juga: Usai Pilkada DKI 2017, PKS Buka Peluang Usung Duet Anies-Sandi di Pilpres 2024
Pada 2022, Erick Thohir sukses memimpin BUMN sehingga memperoleh pendapatan senilai Rp 303,7 triliun.
Selain kinerja, Lukman juga melihat bahwa Erick Thohir memiliki komunikasi yang apik, baik kepada para petinggi dan elite partai politik maupun masyarakat.
"Ini terbukti kedekatan Erick Thohir dengan para petinggi dan elite partai politik sekaligus masyarakat di akar rumput," kata Lukman.
Ia mengatakan aspek kinerja dan komunikasi menjadi penilaian yang bernilai penting bagi masyarakat dalam memilih pemimpinnya.
"Kira-kira bisa kerja enggak ini calonnya, prestasinya dan rekam jejaknya seperti apa, pada diri Erick Thohir, menonjol aspek-aspek itu," ucap Lukman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'