Anak pedangdut Lilis Karlina berinisial RD (15) diamankan polisi dalam kasus peredaran obat Hexymer, Tramadol dan Trihexyphenidil.
Barang bukti yang diamankan penyidik Polres Purwakarta, Jawa Barat dari anak Lilis Karlina terbilang banyak. Di antaranya 925 butir obat Hexymer, 740 butir obat Tramadol, dan 200 butir obat Trihexyphenidyl.
Dari keterangan polisi, anak Lilis Karlina yag masih duduk di bangku SMP itu ditangkap pada Minggu (12/3/2023). Ia diduga mendapatkan barang tersebut secara online lalu menjualnya kembali secara online maupun langsung.
Dalam kasus ini, dipastikan ada beberapa orang yang ikut terkena imbas, yakni konsumen dari obat yang diedarkan RD. Karena bandarnya tertangkap, mereka bakal kesulitan mendapatkan obat atau harus mencari penjual lain.
Salah satu obat yang dijual anak Lilis Karlina adalah Tramadol. Dari keterangan psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ di channel Youtube Indonesia Tanpa Stigma, Tramadol adalah obat pereda nyeri seperti parasetamol dan ibupropen.
Namun obat ini sering disalahgunakan sebagai obat rekreatif di luar indikasi kedokteran. Menurutnya, Tramadol juga bisa menyebabkan adiksi dan menimbulkan efek sambing jika tak digunakan sesuai dengan indikasi dokter.
Ia menyarankan penyalahguna Tramadol atau warga yang sudah mengalami ketergantungan Tramadol untuk mendatangi layanan kesehatan seperti rumah sakit.
"Bawa aja ke dokter, mau ke psikiater boleh mau ke mana boleh, supaya dosisnya diturunkan dikit-dikit," ujarnya.
Ia menyarankan pengguna Tramadol untuk tidak langsung menyetop konsumsi Tramadol jika memiliki niat untuk berhenti.
Baca Juga: Sama-sama Kepala Bea Cukai Hobi Flexing, Beda Nasib Eko Darmanto dan Andhi Pramono Kini
"Jadi ga bisa disetop langsung, hati-hati loh itu bia kejang," ujarnya.
Terkait sumber obat, dr Elvine menyarankan warga untuk mendapatkan Tramadol dari apotek resmi dan berdasarkan indikasi medis.
Ia tak menyarankan warga untuk membeli Tramadol dari pasar gelap atau secara ilegal. Pasalnya, kualitas obat yang ada di pasar gelap kualitasnya tak terjamin.
"Satu ikutin panduan dokternya. Harus ke dokter, karena ini sesuai indikasi atau gak, jangan self medicated dengan Tramadol. Yang kedua cari di layanan kesehatan yang benar. Yang ketiga penggunaan jangka panjang ini harus sesuai indikasi dokter," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru
-
Real Cewek Manis, Intip 5 Ide Outfit Girly dan Simpel ala Chae SooBin!
-
3 Contoh Teks Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Khidmat dan Penuh Makna
-
Tak Cuma Buat Belanja, Sistem Pembayaran Digital Kini Menyentuh Layanan Publik
-
Apa Itu Skin Tint dan Bedanya dengan Foundation? Ini Penjelasannya
-
Cara Mengatasi Lipstik Meleber Keluar dari Garis Bibir, Makeup Tetap Rapi Seharian
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Contoh Teks MC Jalan Sehat 17 Agustus yang Santai dan Interaktif, Cocok untuk Acara Tingkat RT
-
Alasan Pemprov DKI Jakarta Bongkar JPO Lama di Rasuna Said
-
Keindahan Haji dalam Buku Bergambar Zamzam for Everyone