TikToker Awbimax Reborn jadi sorotan pasca unggah video dirinya memberikan kritik pedas terkait kondisi tanah kelahirannya, Lampung.
Akun Tiktok Awbimax Reborn dimiliki oleh mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Australia, Bima. Pada video yang viral itu, Bima memberikan sejumlah kritik pada Lampung.
"Aku berasal dari provinsi ini Dajjal (sembari menunjuk tulisan Lampung)," katanya di awal video.
Video itu diberi judul, 'Alasan Lampung Gak maju-maju' oleh Bima dan jadi viral di media sosial.
Bima menyoroti banyak hal soal bobroknya provinsi Lampung. Bima misalnya menyebut bagaimana infrastruktur Lampung sangat buruk.
"Ini di Lampung banyak sekali proyek yang mangkrak. Contohnya Kota Baru dari jaman gue SD sampai sekarang, tidak pernah ada dengar kabar lagi," ungkapnya.
Selain itu, Bima juga memberikan kritik pedas soal maraknya kasus korupsi di Lampung. Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah masih maraknya korupsi di dalam birokrasi pemerintahan Lampung.
Video Bima ini kemudian membuatnya dilaporkan pihak kepolisian. Ialah advokat yang bernama Ginda Ansori Wayka malah melaporkan Bima ke Polda Lampung.
Ia menilai, semua yang diungkapkan Bima dalam video TikToknya telah memperburuk citra Provinsi Lampung dan menyudutkan provinsi itu.
Baca Juga: Gadis Berparas Cantik yang Viral Ternyata Bukan Pelaku Maling Motor, Ia Terpengaruh Pil Koplo
Kekinian Bima pada unggahan di akun Instaram dan Tiktok miliknya mengungkap imbas dari video tersebut membuat keluarganya sempat didatangi pihak kepolisian.
Pada unggahan video itu, Bima menyebut pihak kepolisian meminta ijazah dirinya. Selain itu, keluarganya disebut Bima sudah diprofiling oleh pihak kepolisian.
"Today, keluarga gua kena intervensi dan mereka melakukan profiling. Mencoba mencari-cari kesalahan gue dan memaksa untuk bungkam dengan kebobrokan yang ada," ujar Bima pada unggahan akun Tiktok miliknya.
Video ini pun membuat geram publik. Netizen menyayangkan jika kondisi ini dialami Bima dan anggap negara ini seperti otoriter kepada rakyatnya.
"Ini lebih otoriter parah dari pempus sih klo menurut gw, pempus aja ga sampe segitunya yg gw kira. Dengan sikap mereka yg kyk gini malah semakin banyak yg dicurigain dari mereka dan seakan2 adq yg di tutup2in. Otoriter dan anti kritik," komentar salah satu akun.
"emng rusak nih negara," sambung akun lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ditangkap Polisi Dinihari Tadi, Yudo Andrewan Masih Sempat Nge-Tweet: Ganteng Juga Gue!
-
Heboh Oknum Ketua RW 'Ngemis' THR, Sampai Edarkan Surat Permohonan
-
Detik-detik Yudo Andrewan Ditangkap Polisi, Dipancing Ketemuan di Sekitar Polda Metro Jaya
-
Jadwal Buka Puasa Kota Bandar Lampung Jumat 14 April 2023
-
Emak-Emak Nekat Berenang di Jalan Rusak Rumbia Lampung: Dulu Bisa Mancing, Sekarang Jadi Waterboom
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil