/
Minggu, 16 April 2023 | 16:22 WIB
Tangkapan Layar Narasi dengan bunyi Presiden Jokowi hengkang atau keluar dari PDIP [Ist]

Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang menampilkan foto Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta Puan Maharani.

Dalam foto tersebut menyebutkan dengan narasi bahwa Presiden Jokowi hengkang atau keluar dari PDIP.

Benarkah kabar Jokowi Hengkang dari PDIP?

Mengutip dari turnbackhoax.id, klaim Presiden Jokowi hengkang dari PDIP adalah tidak benar. 

Faktanya, klaim tersebut merupakan informasi yang menyesatkan. 

Foto di video adalah foto ketika Presiden Jokowi menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Selasa, 10 Januari 2023. 

Selain itu, tidak ditemukan informasi yang valid bahwa Presiden Jokowi keluar dari PDIP. 

Foto yang identik dimuat di artikel berjudul “Pengamat: Isi pidato Megawati tak kerdilkan posisi Presiden Jokowi” yang terbit di situs jatim.antaranews.com pada 13 Januari 2023.

Untuk diketahui, bahwa akun Facebook Seputar nusantara (fb.com/Seputarnusantara2024) pada 10 April 2023 mengunggah sebuah video yang menampilkan foto Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, Puan Maharani dan beberapa orang lain dengan narasi:

Baca Juga: Cerita Warga Bogor Dapat Sembako dari Jokowi

BREAKING NEWS!!! Presiden Jokowi Hengkang Dari Partai PDIP Perjuangan Pada Malam Ini, Benarkah-“

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang menampilkan foto Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, Puan Maharani dan beberapa orang lain dengan narasi bahwa Presiden Jokowi hengkang atau keluar dari PDI Perjuangan merupakan klaim yang menyesatkan.

Faktanya, klaim tersebut merupakan informasi yang menyesatkan. Foto di video adalah foto ketika Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-50 PDI-P di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023). Selain itu, tidak ditemukan informasi yang valid bahwa Presiden Jokowi keluar dari PDI-P.

Foto yang identik, dimuat di artikel berjudul “Pengamat: Isi pidato Megawati tak kerdilkan posisi Presiden Jokowi” yang terbit di situs jatim.antaranews.com pada 13 Januari 2023. Foto ini diberi narasi: “Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua dari kiri) bersama Presiden Joko Widodo saat perayaan HUT partai tersebut ke-50 tahun beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PDI Perjuangan”

Selain itu, berdasarkan hasil penelusuran di mesin pencari, tidak ditemukan informasi yang valid mengenai keluarnya Presiden Jokowi dari PDI Perjuangan.

Pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya, Haryadi, menyebut pidato Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam HUT ke-50 partai tersebut tidak mengerdilkan posisi Presiden Joko Widodo.

"Harus dipahami bahwa memang acara itu dimaksudkan sebagai perayaan di dalam keluarga besar dan masyarakat biasa. Sebab sejak awal didesain merupakan acara internal partai," kata Haryadi dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, yang paling banyak diundang hadir adalah level "akar rumput" yaitu pengurus ranting partai dan Satgas Cakra Buana.

Karena itu, pimpinan partai politik lain yang merupakan level elite memang tak diundang, bahkan level menteri di kabinet Presiden Joko Widodo tak semuanya diundang. 

"Layaknya dalam keluarga, bisa lebih terbuka dalam berbicara. Pesan sebagai keluarga besar adalah ciri khas Bu Mega untuk membangun internal political market dan militansi para kader. PDIP termasuk salah satu partai yang dengan political ID atau identitas politik yang paling kuat. Itu berkat kekuatan mesin politik internal yang dibangun Bu Mega selama bertahun-tahun," kata dia.

Cara berpolitik demikian sudah terbukti membuahkan hasil. Haryadi menjelaskan faktor yang membuat PDIP berhasil di Pemilu 1999. Selanjutnya, Pemilu 2004 dan 2009, PDIP gagal bahkan terlempar keluar dari kekuasaan. Berikutnya lagi, pada Pemilu 2014 dan 2019, PDIP merebut kembali kekuasaan.

Kemenangan Pileg dan sekaligus Pilpres pada tahun 2014 dan 2019 itu, merupakan rekor baru dalam politik kepemiluan di Indonesia. Faktor penentu kemenangan dua kali berturutan itu adalah karena PDIP beruntung memiliki dua figur role model sekaligus, yaitu Megawati dan Jokowi.

"Kekuatan dua figur ini menjadi perekat identitas partai yang begitu kuat. Sekaligus menjadi penentu kemenangan PDI Perjuangan secara berturutan. Betapa pun potensi kekuatannya secara kelembagaan diperlemah oleh pemberlakuan sistem Pemilu proporsional terbuka," ujar Haryadi.

Nah, sebenarnya jika kita bisa menelaah lebih dalam, sesungguhnya bukti di atas menguatkan betapa penting posisi Jokowi dalam point of view Megawati selaku Ketua Umum PDIP, tanpa melupakan kejelian Mega sebagai leader maker dan jiwanya sebagai seorang negarawan.

"Bu Mega menempatkan Presiden Jokowi di tempat tertinggi partai dalam kesatuan gerak dalam memikirkan dan memperjuangkan nasib rakyat. Tak ada subordinasi. Dan sama seperti tubuh, kepala tak lebih penting dari tangan atau kuku sekalipun. Tak ada keindahan organ tubuh, jika hanya ada kepala tanpa tangan dan kuku," katanya.

"Bu Mega jelas ingin mengatakan bahwa akar rumput partai dan masyarakat sama pentingnya dengan dirinya maupun dengan Presiden Jokowi dalam kesatuan tubuh bernama Indonesia," tambah dia.

Maka, lanjut dia,  bijak memaknai agar kepentingan yang terbungkus dalam falsifikasi pemaknaan dalam komunikasi politik tidak mendapatkan tempat dalam upaya memecah PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi.

“Jangan memenggal tanpa konteks, kecuali pemenggalan itu sengaja dilakukan untuk motif dan kepentingan politik nakal,” tuturnya.

Load More