Sutrisno Iwantono yang merupakan warga di Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mempertanyakan kaitan PT Sentul City Tbk bukti atas klaim kepemilikan tanah.
"Saya tanya mana alat buktinya bahwa jalan itu bersertifikat atas nama Sentul? Kan dia tidak bisa menunjukkan juga, sedangkan saya jelas di dalam surat saya sertifikat hak milik dan di situ dinyatakan jalan desa," kata Sutrisno.
Ia berencana melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika PT Sentul City Tbk memiliki atas hak atas lahan jalan tersebut.
"Berani tidak (PT Sentul City) menunjukkan bukti-buktinya? Kalau memang ada buktinya berarti pemerintah menjual tanah ke swasta, maka saya akan minta KPK usut itu," ujarnya.
Kepala Administrasi Perizinan dan Sertifikasi Sentul City Sejuk Karyanto menjelaskan bahwa berdasarkan data administrasi di internal mereka, akses jalan dari jalan utama ke sebuah pesantren itu merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) dari Sentul City.
"Jadi kalau dilihat dari peta kemudian data administrasi kami di internal, itu masuk HGB kami. Kalau jalan itu ada memang jalan itu dulunya diberikan izin peminjaman kepada pesantren. Jadi dari pihak pesantren menyatakan mengakui itu bukan tanahnya dengan arti kata itu HGB Sentul city," kata Sejuk.
Sebelumnya, Sutrisno Iwantono secara swadaya memperbaiki jalan sepanjang 150 meter dan lebar 3 meter yang permukaannya masih tanah berbatu, dengan cara diaspal pada Sabtu (13/5).
Sutrisno sengaja mengaspal jalan tersebut agar mempermudah akses kendaraan menuju kebun buah naga miliknya yang luasnya sekitar 8.800 meter.
Namun, saat proses perbaikan jalan dilakukan, ada lima orang berpakaian preman mengaku dari PT Sentul City Tbk meminta proses perbaikan jalan dihentikan.
"Saya swadaya memperbaiki, tapi tadi tiba-tiba ada orang yang mengaku-ngaku dari sini dari situ. Terus saya minta surat tugasnya, kalau memang dia punya kewenangan memberhentikan orang bekerja, dia tidak bisa menunjukkan (surat tugas)," katanya.
Sutrisno menjelaskan, sebelum melakukan perbaikan jalan, dia sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke pemerintah desa setempat yang ditembuskan ke kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
"Saya menyampaikan bahwa saya memperbaiki jalan ini secara swadaya. Sudah lebih dari dua minggu yang lalu (suratnya dikirim), dan tidak ada masalah apa-apa," kata Sutrisno. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Film Peaky Blinders: The Immortal Man, Lebih Personal Kendati Melelahkan
-
Malam Horor di Cikidang: Terjebak 9 Jam! Bau Kopling Terbakar dan Tangis Anak Pecah di Antrean
-
5 Rekomendasi HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah untuk Performa Game Lancar
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
-
Drama Keluarga Tasyi Athasyia Vs Selvi Salavia Memanas: Kini Ribut Gara-Gara Foto Lebaran
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Lee Jun Ho dan Ju Ji Hoon Diincar Bintangi Drakor Baru Berjudul Buy King
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
-
Starbucks dan Harry Potter Bersatu! Rasakan Keajaiban Bubble Meledak Ala Honeydukes di Menu Baru Ini