Akun Youtube bernama Sunnah Nabi jadi sorotan publik khususnya umat Islam lantaran membuat konten video yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.
Kanal Youtube yang memiliki 29 konten tersebut dan telah ditonton lebih dari 1 juta orang kabarnya akan segera dipolisikan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Kraksaan, Probolinggo.
GP Ansor Kota Kraksaan ini menganggap isi konten dari kanal Youtube tersebut mengandung unsur penistaan agama.
Badan Siber Ansor (BSA) GP Ansor Kraksaan menemukan bahwa konten dalam kanal itu menyesatkan dan melukai umat Islam.
"Isinya menyesatkan dan melukai umat Islam. Ada upaya pembelokan sejarah Islam dengan memutar balik fakta yang ada memakai ayat Alquran," kata Kepala BSA Kota Kraksaan Sundari Adi Wardhana seperti dikutip dari Suara.com
Salah satu konten video yang ada di akun Sunnah Nabi itu berisi animasi dengan judul 'Nabi Muhammad Perencana Pernikahan'. Video itu memuat beberapa kejanggalan yang menyudutkan Nabi Muhammmad SAW.
Dalam video itu memuat visualisasi wajah Rasulullah SAW yang dilarang dalam Islam.
Di deskripsi akun, si pemilik akun klaim bahwa isi videonya berisi kehidupan Nabi Muhammad yang tidak disampaikan selama ini oleh para ulama.
Disebutkan oleh pemilik akun bahwa para ulama sengaja menyembunyikan perbuatan, tabiat hingga tindakan Nabi Muhammad yang sebenarnya.
Baca Juga: Viral Video Teknisi Sound Sistem Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT RI ke-78
Saat ini, akun Youtube Sunna Nabi sudah hilang. Sampai saat ini pemilik akun Youtube tersebut pun belum diketahui.
Berita Terkait
-
Detail Isi Konten Akun YouTube Sunnah Nabi yang Diduga Hina Nabi Muhammad
-
Viral, 5 Fakta Oknum TNI Ngamuk saat Upacara HUT RI Gegara Kelakuan ASN
-
Pesona Wulan Guritno Jilat Es Krim, Tak Seronok Seperti Oklin Fia tapi Tetap Menggoda
-
6 Fakta Pemilik Akun YouTube Sunnah Nabi yang Lecehkan Nabi Muhammad SAW
-
Viral Polisi Selingkuh dengan Istri Tahanan Narkoba di Jambi, Video Syur Tersebar?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026