Batavia atau Jakarta di era kolonial Belanda sempat dibuat repot dengan masalah prostitusi. Pasca Jan Pieterzoon Coen taklukkan Jayakarta dan kemudian membangun kota baru bernama Batavia, masalah prostitusi jadi sorotan.
Saat itu Batavia awalnya ditempati oleh prajurit VOC yang mayoritas mereka ialah lelaki bujangan.
Jauh dari pacar, membuat tingkah para prajurit ini sangat barbar. Mereka mabuk dan mulai bercinta dengan wanita pribumi.
JP Coen sebagai penguasa tak suka jika prajurit VOC menjalin hubungan dengan wanita pribumi, apalagi sampai berhubungan seks.
Ia pun mulai menjadi penjaga moral di Batavia dengan terapkan aturan ketat terhadap praktik prostitusi.
Dikutip dari Jakartakita.com, Ridwan Saidi mengatakan bahwa tempat prostitusi pertama di Batavia pun didirikan, tepatnya berlokasi di kawasan Stasiun Jakarta Kota, dulu kawasan ini disebut Macao Po.
Di tempat itu, dibangun rumah tingkat yang dihuni PSK. Mereka kebanyakan berasal dari kawasan Makau. Para PSK ini dibawa oleh murcikari yang berasal dari Portugis dan Cina.
JP Coen merasa dibangunnya tempat prostitusi terpusat bisa meminimalisir praktik tersebut ke tempat-tempat lain di Batavia.
Di sekitar Binnenstadt -- sekarang sekitar kota Inten di terminal angkutan umum Jakarta Kota, prajurit VOC dan para saudagar habis malam ditemani para PSK.
Baca Juga: Berkunjung ke Kawasan Prostitusi Tersembunyi di Negeri Magribi, Cuma 4 Jam Naik Mobil
Sayangnya, rupanya hal itu tak membuat masalah prostitusi di Batavia mereda. Kemudian muncul larangan membawa wanita pekerja seks ke Batavia.
Sementara untuk para PSK yang sudah berada di Batavia kemudian ditempatkan di sebuah bangunan bernama spinhuis, yang artinya “rumah pintal”.
Dibangunnya rumah pintal di Batavia sebenarnya mengadopsi kebijakan kerajaan Hindia Belanda. Dilansir dari verreverwanten, spinhuis pertama kali didirikan di Amsterdam, Belanda.
Bangunan itu ialah penjara khusu bagi wanita, biasanya para terpidana ini ialah wanita binal yang menjadi pekerja seks atau wanita yang kedapatan mabuk di tempat umum.
Dinamakan rumah pintal karena para wanita ini kemudian dipekerjakan memintal rami dan wol. Para terpidana wanita ini ditugaskan untuk menenun kain, kemungkinan besar hasilnya untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota Batavia.
Di tempat ini para wanita yang dianggap binal dan liar ditugaskan untuk menenun kain serta di hari Minggu, mereka kemudian diajak melakuka kebaktian khusus.
Berita Terkait
-
Kritik Kebijakan WFH Pemprov DKI, Komnas HAM: Tak Menjawab Masalah Polusi Udara
-
Serba-serbi Pasca Peraturan WFH di Jakarta: Heru Budi Ogah Disalahkan, Gagal Kurangi Polusi?
-
Brutal! Detik-detik Remaja Hoodie Orange di Jakarta Utara Bacok Warga Siang Bolong
-
Jelang Dewa United vs Persija Jakarta, Egy Maulana Vikri Tak Sabar Berduel dengan Maciej Gajos
-
Disebut Jadi Biang Polusi Udara Jakarta, KLHK Tutup Pabrik Arang Di Lubang Buaya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123