/
Jum'at, 15 September 2023 | 12:24 WIB
Shin Tae-yong Layak Dipecat Andai Timnas Indonesia U-23 Gagal ke Final Piala AFF U-23? (Dok. PSSI).

Shin Tae-yong (STY) ditunjuk jadi pelatih Timnas Indonesia pada 1 Januari 2020. Selama melatih tim Merah Putih, coach Shin alami pasang surut.

Kritikan belum berikan gelar yang kerap ia terima. Faktanya memang Shin Tae-yong belum berikan gelar untuk Timnas Indonesia. 

Namun, di luar itu, ada perkembangan positif ia ukir bersama tim Garuda. Prestasi itu bisa dilihat dari rangking Timnas Indonesia di FIFA

Dalam rentang waktu 2 tahun, proses perbaikan Timnas Indonesia nyata dilakukan oleh Shin Tae-yong. 'Prestasi' STY membuat rangking FIFA Timnas Indonesia terus mengalami kenaikan. 

Pada September 2021, rangking Timnas ada di posisi ke-175, lalu naik menjadi posisi ke-165 pada Oktober 2021. Agustus 2022, STY bawa Timnas Indonesia duduki rangking 155. 

Juli 2023, Timnas Indonesia berada di posisi ke-150 dan September 2023 berada di tempat ke-147. Artinya dalam waktu 2 tahun, STY mampu membawa Timnas Indonesia naik 28 peringkat. 

Terbaru ia juga mencetak sejarah baru bagi sepak bola nasional. STY jadi pelatih pertama di sejarah Timnas Indonesia yang mampu membawa tiga tim lolos putaran final Piala Asia, tim U-20, tim U-23 dan tim senior. 

Penyesalan Terbesar Shin Tae-yong

Shin Tae-yong bukan sosok sembarangan di sepak bola Korsel. Bahkan jika dibandingkan dengan eks pelatih Vietnam, Park Hang-seo, nama STY lebih dihormati publik sepak bola Korsel. 

Baca Juga: Berkunjung ke Kampung Halaman Shin Tae-yong, Menikmati Keindahan Alam Sambil Makan Kepiting Salju

Sebelum menjadi pelatih, STY ialah mantan gelandang serang Timnas Korsel. Rupanya saat masih menjadi pemain, STY pernah alami masa-masa sangat sulit. 

Saat bermain di level tim nasional, STY akui bahwa ia mengalami perasaan getir dan pahit. Meski terbilang cukup sukses di level klub, STY tak berdaya saat bermain untuk Timnas Korsel. 

STY menyebut ada beberapa faktor yang membuatnya tampil tidak bagus bersama Korsel. Salah satunya ia satu angkatan dengan banyak legenda Korsel seperti Hong Myung-bo, Hwang Seon-hong, dan Ha Seok-ju. 

"Saya berada di kondisi merasa terintimidasi di hadapan para senior-senior berbakat sepert mereka. Pada saat itu, aku hanya berpikir untuk bisa menyesuaikan diri dengan senior daripada tampail menonjol," jelasnya kepada Joynews24

"Itu sebabnya, saya sangat pasif dan berpikir bahwa saya tidak akan bisa bersinar bersama tim nasional," tambahnya. 

"Itu menjadi alasan krusial mengapa saya gagal di tim nasional. Saya hanya bisa tunjukkan 20-30 persen kemampuan saya," ungkap STY. 

Load More