Nama Erick Thohir menguat sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dari Prabowo Subianto. Ketum PSSI itu rumornya akan segera diumumkan menjadi pasangan Prabowo di Pilpres 2024.
Terbaru, Erick Thohir seperti dikutip dari Suara.com, hari ini Rabu (18/10) mengajukan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) ke Baintelkam Polri.
"Kalau buat SKCK-nya ya bener. Tapi untuk apa saya belum dapat informasi," kata Ramadhan di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Seandainya benar ia dipilih untuk jadi Cawapres Prabowo Subainto, dan kemudian mari berandai-andai pasangan ini menang Pilpres 2024, apakah Erick Thohir akan melepas jabatannya sebagai ketum PSSI?
Sejatinya jika merujuk pada statuta PSSI tidak diatur perihal rangkap jabatan ketum PSSI. Bab IV perihal Ketua Umum di Statuta PSSI tidak terdapat pasal yang mengharuskan ketum PSSI mundur jika memiliki jabatan politik.
Di pasal 39 nomor 6 Status PSSI hanya disebutkan bahwa Ketum PSSI bisa memberikan tugas dan wewenangnya kepada wakil ketum jika ia berhalangan.
"Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum dengan usia tertua akan menggantikannya," bunyi pasal 39 nomor 6.
Selain itu, di pasal yang sama nomor 7 juga hanya disebutkan ketum PSSI memiliki kewenangan tambahan yang dicantumkan dalam peraturan organisasi internal PSSI.
"Setiap kewenangan tambahan dari Ketua Umum harus dicantumkan dalam peraturan organisasi internal PSSI,"
Baca Juga: Erick Thohir Bakal Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Zainudin Amali Bisa Naik Jadi Ketum PSSI?
Jika statuta PSSI tidak haramkan rangkap jabatan ketum PSSI, bagaimana dengan statuta FIFA? Di statuta FIFA juga tidak diatur perihal tersebut.
Soal rangkap jabatan politik ketum PSSI beberap tahun lalu sempat jadi sorotan. Pada 2016, Menpora Imam Nahrawi sempat menghimbau agar ketum PSSI tidak rangkap jabatan.
Namun himbauan itu kemudian sempat dibantah oleh Kelompok 85 yang diwakili oleh juru bicara mereka, GH Sutejo. Menurutnya, di statuta FIFA ataupun PSSI tidak diatur soal rangkap jabatan ketum PSSI. Ia juga tegaskan bahwa ketum PSSI bukan jabatan politik melainkan jabatan olahraga.
Berita Terkait
-
Tak Gentar Ganjar-Mahfud Resmi Berduet, Jubir Anies: Kami Siap Adu Program
-
Deklarasi Cawapres Tak Kunjung Terlaksana, Gegara Calon yang Dipinang Prabowo Masih Galau?
-
Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia usai Bantai Brunei Darussalam di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Tekad FX Rudy Menangkan Ganjar Pranowo- Mahfud MD Satu Putaran
-
Berani Marah-marah ke DPR, 'Merah' Jadi Filosofi Hidup Mahfud MD
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab