Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, mendapatkan kritik sekaligus pujian dari pelatih Jeonnam Dragons, Lee Jang Kwan, setelah berakhirnya kompetisi reguler K-League 2 2023.
Menurut Lee Jang Kwan, Asnawi Mangkualam semestinya bisa memiliki skill dan kemampuan yang lebih baik. Sebab, pemain asal Makassar ini merupakan perwakilan Indonesia di Korea Selatan.
"Sebagai pelatih ada banyak situasi, tetapi ada beberapa hal yang mengecewakan. Sebagai pemain yang mewakili Indonesia, sebaiknya dia punya skill yang lebih," kata Lee Jang Kwan dikutip dari Sports-g.
Salah satu aspek yang menjadi sorotan sang juru taktik ialah kartu merah yang pernah diperoleh Asnawi. Momen ini terjadi pada awal musim ketika Jeonnam Dragons kalah telak dengan skor 0-5 dari Gyeongnam FC.
"Ada banyak situasi untuknya musim ini, termasuk kartu merah yang pernah diperoleh Asnawi Mangkualam," kata Lee Jang Kwan.
Meskipun demikian, Lee Jang Kwan juga mengakui bahwa Asnawi masih tengah berproses. Dia optimistis pemainnya itu bisa berkembang lebih jauh. Apalagi, Asnawi punya modal yang mumpuni.
Statistik Asnawi Mangkualam
Catatan penampilan yang diukir Asnawi Mangkualam bersama Jeonnam Dragons pada musim ini sebetulnya patut mendapatkan pujian. Sebab, dia bermain cukup reguler di kasta kedua Liga Korea Selatan.
Pemain berusia 24 tahun ini tercatat mengukir 26 pertandingan dengan total menit bermain selama 1.801. Dari semua aksinya itu, Asnawi main 22 kali sebagai starter, sedangkan empat lainnya dimulai dari bangku cadangan.
Baca Juga: Media Vietnam Anggap Park Hang-seo Lebih Cocok Latih Timnas Indonesia Ketimbang Thailand
Kontribusi Asnawi sejauh ini telah menghasilkan dua assist. Selain itu, dia juga sudah mengoleksi lima kartu kuning serta satu kartu merah sepanjang K-League 2 musim 2023.
Dari semua penampilannya ini, Asnawi lebih banyak dipasang sebagai bek kanan, yakni sebanyak 14 kali. Sisanya, Asnawi memainkan pernah sebagai gelandang kanan dua kali dan bek kiri enam kali.
Catatan lainnya yang diukir Asnawi ialah bermain satu kali di ajang Korean FA Cup. Pada laga ini, dia bermain penuh selama 2x45 menit ditambah 2x15 menit babak perpanjangan waktu. Sayangnya, timnya kalah 1-2 dari Ulsan Hyundai.
Pada musim ini, Jeonnam Dragons harus puas menduduki peringkat ketujuh klasemen babak reguler K-League 2 2023. Dengan hasil ini, mereka gagal lolos ke fase zona play-off untuk promosi ke K-League 1 musim depan.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Publik Naik Pitam Usai Immanuel Ebenezer eks Wamenaker Bilang Menyesal Tak Korupsi Lebih Banyak
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
-
Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life
-
Prakiraan Cuaca 20 Mei 2026, Samarinda Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
-
Ada Sponsor Siap Bayar Rp1 Triliun Buat Marapthon Season 4, Reza Arap Diingatkan Soal Pencucian Uang
-
Bebas Mata Panda, Ini Urutan Skincare Malam Pakai Eye Cream yang Tepat
-
Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen
-
Buka Pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026, Khofiah Dorong RS di Jatim Adaptif Terhadap AI
-
Apa Itu ATM Bitcoin? Ramai Dibicarakan karena Tutup Mendadak
-
Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga