Suara.com - Pengacara Farhat Abbas melayangkan sindiran pedas melalui akun Twitter @farhatabbaslaw. Pihak yang menjadi sasaran adalah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK).
Beberapa pekan terakhir, Farhat menulis tentang RK. Sejumlah kebijakan pun dikritik. Namun yang menjadi sorotan adalah saat Farhat menyindir soal program naik bus gratis bagi siswa di Kota Bandung.
“Gara-gara Senin gratis naik angkot Bandung, banyak siswa bolos sekolah naik angkot pagi sampai sore,” tulis Farhat.
Tweet itu lalu dibalas RK melalui akun pribadinya, @ridwankamil. RK menyebut apa yang diungkapkan Farhat merupakan karangan belaka. “Tetot #2. Ngarang. Bus bukan angkot RT @farhatabbaslaw: Gara-gara Senin gratis naik angkot Bandung, banyak siswa bolos sekolah naik angkot pagi sampai sore," tulis RK.
Saling sindir kemudian terjadi. RK sempat mengingatkan para pelajar bahwa setiap senin mereka gratis naik bus Damri ke segala arah. Ia pun menambahkan kata-kata bus berbeda dengan angkot.
Seolah tak mau kalah, Farhat kembali mengoceh di Twitter dengan meminta RK untuk menanggapi kritik dengan bijak.
Disinggung soal perseteruannya dengan Farhat di twitter, RK menanggapinya dengan santai. “Saya mah santai saja karena poin-poinnya banyak enggak penting,” kata RK saat ditemui di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2013).
RK mengaku selama ini selalu terbuka untuk menerima kritik dari siapa pun. “Tapi kalau saya sebutkan, jadilah orang dengan kritik etis. Mengkritik tapi dengan etika,” tegasnya.
Bahkan ia menyebut ada beberapa tweet Farhat yang salah. “Suka salah, marah-marah bilang anak dijadikan tukang sapu, bohong kan,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak sakit hati dan akan cuek menanggapi kritik Farhat. “Biarin saja nanti juga capek sendiri. Energi saya, saya fokuskan mendingan untuk memimpin Kota Bandung,” tuturnya.
Namun, menurut dia, apa yang diungkapkan Farhat di Twitter sesekali perlu dibalas. “Sesekali perlu (dibalas) supaya orang juga tahu bahwa asumsi-asumsinya salah. Saya hanya membalas pada saat faktanya salah, itu saja. Tapi yang lain-lain mah saya cueki,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
-
Pengguna X Wajib Segera Daftarkan Ulang Kunci Keamanan Jika Tak Mau Kehilangan Akses ke Akun Pribadi
-
X Bikin Marketplace, Tapi Cuma untuk Jual Beli Akun Langka
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April