Matamata - Cina, Cina berencana membangun sebuah terowongan bawah laut sepanjang 122 kilometer. Jika terealisasi, terowongan yang menghubungkan Kota Dalian dan Yantai tersebut akan menjadi terowongan bawah laut terpanjang di dunia.
Terowongan Cina tersebut akan dibangun di bawah Selat Bohai. Dengan panjang 122 kilometer, terowongan itu menghubungkan Kota Dalian yang berada di bagian utara dengan Kota Yantai yang terletak di pesisir timur.
"Pembangunan akan dimulai pada awal 2015 atau 2016," kata Wang Mengshu, ahli di Chinese academy of Engineering, kepada China Daily.
Terowongan tersebut nantinya akan mengurangi waktu tempuh orang yang bepergian dari Dalian menuju Yantai, atau sebaliknya. Saat ini, warga harus menempuh jalur memutar sejauh 1287 km untuk bepergian di antara dua kota tersebut.
Para insinyur akan mengebor tiga terowongan, satu untuk mobil, satu untuk kereta dan satu terowongan untuk perawatan, menembus bebatuan dasar laut yang keras.
Sejumlah cerobong vertikal juga dibuat di pulau-pulau yang berada di atas jalur terowongan sebagai ventilasi udara.
Cina sudah berpengalaman dalam berbagai proyek pembangunan raksasa. Selain bangunan bersejarah seperti Tembok Besar, Cina juga berpengalaman membangun jaringan kereta berkecepatan tinggi terbesar di dunia, jembatan terpanjang, dan gedung-gedung pencakar langit tertinggi.
Meski demikian, proyek terowongan beranggaran 435 triliun Rupiah tersebut diramalkan menemui sejumlah tantangan. Pasalnya, wilayah yang akan dibangun terowongan rawan terjadi gempa bumi. Pada tahun 1976, gempa bumi mengguncang Tangshan, kota yang berlokasi tak jauh dari Selat Bohai pernah diguncang gempa berkekuatan 7,5 skala richter. Ratusan ribu jiwa melayang dalam gempa tersebut. Selain itu, pekerjaan penggalian terowongan juga dilakukan di sekitar jalur patahan.
Namun, para ahli yang terlibat dalam pembangunan merasa optimis bahwa proyek tersebut akan berhasil.
"Kami sudah mengajukan ide pembangunan terowongan ini sejak 20 tahun lalu dan sudah banyak tim yang melakukan penelitian atas proyek ini. Kami juga belajar dari pembangunan Terowongan Channel. Faktanya, setiap insinyur terowongan bawah laut belajar dari Terowongan Channel karena itu adalah contoh terbaik yang pernah ada. Kami mempelajari teknik konstruksi dan juga pembiayaan proyek terowongan kami." jelas ahli dari East Shandong University yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Terowongan ini akan memiliki dua kali panjang Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dan Prancis. Terowongan yang dibangun di bawah Selat Channel tersebut dibangun pada tahun 1987 hingga tahun 1991 dan memiliki panjang 50,5 kilometer. (Telegraph)
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Daftar Tersangka dan Pihak yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan
-
Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol
-
Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti
-
iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang