News / Nasional
Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:29 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kesiapan jalan nasional Pantura Jawa wilayah barat di Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (28/2/2026). (ANTARA/Aji Cakti)
Baca 10 detik
  • Menteri PU menargetkan jalan nasional Pantura barat bebas lubang pada H-10 Lebaran 2026; jumlah lubang berkurang signifikan.
  • Pemerintah menyiapkan penanganan permanen jalan Pantura sepanjang 100 km menjelang Brebes menggunakan metode overlay aspal.
  • Kementerian PU mematangkan infrastruktur tol dan moda transportasi lain untuk mengantisipasi 144 juta pemudik Lebaran 2026.

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa wilayah barat sudah bebas lubang pada H-10 Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan menyusul progres perbaikan yang terus dikebut menjelang arus mudik.

Dody mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, jumlah lubang di ruas Pantura barat telah berkurang signifikan. Dari semula sekitar 7.000 titik, kini tersisa sekitar 2.500 lubang.

“Memang masih ada lubang di beberapa titik, tapi sudah jauh berkurang. Kita pastikan pada H-10 Lebaran sudah tidak ada lubang,” ujar Dody saat meninjau di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari ANTARA.

Ke depan, pemerintah juga menyiapkan penanganan lebih permanen untuk ruas Pantura, khususnya di sekitar 100 kilometer menjelang perbatasan Brebes. Perbaikan akan dilakukan melalui metode pelapisan ulang aspal (overlay) menggunakan pendanaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Namun, Dody menjelaskan, proyek overlay tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua tahun karena panjangnya ruas yang harus diperbaiki. Metode ini akan difokuskan pada kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan berat agar kualitasnya lebih tahan lama.

Selain memastikan kesiapan jalan nasional, Kementerian PU juga mematangkan dukungan infrastruktur jalan tol untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Saat ini terdapat 76 ruas tol yang telah beroperasi dengan total panjang mencapai 3.115,98 kilometer.

Fasilitas pendukung di jalan tol juga disiapkan, meliputi 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area), 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 539 gerbang tol.

Sementara itu, Menteri Perhubungan memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H mencapai sekitar 144 juta orang, berdasarkan hasil survei nasional. Angka tersebut berpotensi meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat, posko angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Posko ini akan mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Baca Juga: Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya

Sejumlah langkah strategis juga telah disiapkan, termasuk pembatasan operasional angkutan barang bersumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), serta ganjil genap di sejumlah ruas tol yang diprediksi mengalami kepadatan tinggi.

Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur dan pengaturan lalu lintas tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.

Load More