News / Nasional
Senin, 17 Februari 2014 | 14:06 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Foto:Bagus Santosa)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengelak ketika ditanya pencapresan dirinya untuk Pemilu 2014. Jokowi malah berdalih dan menerangkan jalanan Ibukota ketimbang pencapresan.

"Pak, akan maju sebagai capres gak?," tanya salah satu wartawan, di Balaikota, Jakarta, Senin (17/2/2014).

"Mendingan sekarang ngomongin jalanan. Masih ujan ndak? Sudah ndak kan. Sekarang fokus untuk perbaikan jalan. Karena jalannya banyak lubang dan harus diperbaiki. Kita harus kejar ini untuk perbaikan jalan," jawab Jokowi seraya tersenyum.

Mendengar jawaban ini, Wartawan kembali menegaskan apa maksud pernyataannya soal jalanan ini. Setelah itu, wartawan pun kembali bertanya.

"Banyak rintangan gak pak jadi capres?" tanya wartawan lagi.

Namun, jawaban Jokowi, menimbulkan tanda tanya bagi wartawan. Sebab, jawaban Jokowi kali ini malah mengisyaratkan menuju pencapresan.

"Jalan lubang itu kan mesti mulus harus dikerjakan siang dan malam. Jalan itu yang deket air di beton dan yang kering-kering itu diperbaikin. Biar jalan kesana lebih mulus," kata Jokowi.

"Jalan ke Istana ya pak? Ke Medan Merdeka?" cecar wartawan lain.

"Ha-ha-ha," kata Jokowi tertawa.

Jawaban tersebut membuat wartawan ikut tertawa dan menanyakan jawaban ambigu Mantan Walikota Solo ini. Saat ingin ditanyakan kembali soal capres, Jokowi malah balik badan untuk kembali bekerja di dalam Balai Kota.

Load More