- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika tidak segera membuka akses Selat Hormuz pada Senin.
- Penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari memicu krisis distribusi minyak dunia dan kekhawatiran guncangan ekonomi global yang serius.
- Pemerintah Iran mengecam ancaman Trump sebagai kejahatan perang dan menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat serangan Amerika Serikat.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai semakin stres karena mengalami kerugian besar, sekaligus tak bisa keluar dari perang yang dikobarkannya bersama Israel terhadap Iran.
Penilaian itu mencuat setelah pada hari Sabtu (4/4) akhir pekan lalu, mengunggah ancaman terbaru terhadap Iran yang tak mau gencatan senjata maupun membuka Selat Hormuz.
Dalam unggahan di media sosial Truth, Trump mengancam bakal menyerang Iran habis-habisan bila tidak mau membuka Selat Hormuz pada Senin (6/4/2026) hari ini.
Tapi, unggahan itu malah menjadi bahan ejekan warganet secara global karena berisi caci-maki terhadap Iran.
Tak hanya itu, dalam unggahan yang sama, Trump tak lagi memakai kalimat kesukaannya, melainkan mengakhirinya dengan menyebut nama Allah SWT.
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya dalam satu persitiwa, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka Selat itu, dasar bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP," demikian unggahan Trump.
Unggahan itu kontan mendapat cibiran dari banyak warganet.
"Beberapa kata dalam cuitan terakhirnya tidak sesuai dengan gaya cuitannya yang biasa. Dan sekarang dia menulis ALLAH alih-alih Tuhan seperti biasanya. Selain itu, dia melewatkan bagian utama yaitu 'Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini'. Jadi pertanyaannya adalah, apa yang terjadi pada Donald Trump dan di mana dia?" sindir akun X @IRTruePromise yang dikendalikan dari Iran.
"Iran telah membuat Trump mempercayai Allah," sindir akun @AdaMedia.
Baca Juga: Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
"Unggahan baru Trump yang gila ini penuh dengan rasa frustrasi, keputusasaan, dan penghinaan. Namun, orang gila ini memiliki banyak senjata yang dapat digunakannya. Saya berdoa semoga para korban agresi keji ini diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk bertahan dan mengalahkan perang jahat ini," tulis akun @Bob_cart124 yang berada di Inggris.
Ultimatum 10 Hari dan Krisis Energi Global
Saat perang Iran, ancaman Trump ini bukan muncul tiba-tiba. Pada 26 Maret lalu, Trump telah menetapkan tenggat waktu 10 hari bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Jalur ini telah lumpuh total sejak Amerika Serikat dan Israel pertama kali melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Mengingat Selat Hormuz adalah urat nadi distribusi minyak dunia, penutupan ini telah memicu kekhawatiran akan terjadinya guncangan hebat pada ekonomi global.
Meskipun melontarkan retorika perang yang agresif, Trump sempat menyatakan dalam wawancaranya dengan Fox News pada hari Minggu, bahwa Iran saat ini sedang bernegosiasi dengan AS.
Berita Terkait
-
Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
-
Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang
-
Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin
-
Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran
-
Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif