Suara.com - Iran tidak lagi menjadi negara yang paling tidak disukai oleh warga negara Amerika. Untuk kali pertama sejak 2004, posisi Iran sebagai negara yang paling tidak disukai warga Amerika digeser oleh Korea Utara.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Gallup, Korea Utara berada di posisi paling buncit. Hanya 11 responden yang mempunyai opini baik tentang Korea Utara. Sementara itu, Iran hanya satu tingkat di atas Korea Utara dengan 12 persen.
Survei itu dilakukan selang satu tahun setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir dan mengancam akan menyerang Amerika Serikat. Selain itu, pemimpin Korea Uara Kim Jong-Un juga mengeksekusi pamannya.
Sekitar 1.023 warga Amerika menjadi responden ada survei yang dilakukan pada 6-9 Februari. Posisi Iran di mata warga Amerika menjadi lebih baik setelah Presiden Hassan Rouhani berkuasa pada Juni lalu. Dia menerapkan reformasi dan berhasil mencapai kata sepakat dengan Amerika serta lima negara lain terkait program nuklir Iran.
Sementara itu, Kanada tetap menjadi negara yang paling popular bagi warga Amerika. 93 persen responden menjadikan Kanada sebagai negara favorit. Lonjakan dialami India yang naik di posisi empat dengan torehan 72 persen. Posisi India jauh di atas Rusia yang hanya mendapat 34 persen. (CNA)
Tag
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!