Suara.com - Bus tingkat pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai beroperasi hari ini, Senin (24/2/2014). Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memastikan, penumpang yang ingin menaiki bus tingkat ini tidak dipungut biaya.
"Gratis. Sambil jalan sambil sosialisasi, orang kan enggak ngerti bayar apa enggak," tutur Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (24/2/2014).
Jokowi menegaskan, belum tahu mekanisme soal bagaimana perawatan dan pengelolaan bus tingkat ini. Sebab, saat ini masih dibahas lebih lanjut. Namun yang pasti, bus tingkat ini dibawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Nantinya enggak tahu, masih kita lihat, pengelolaannya seperti apa," terangnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budiman, menerangkan destinasi bus pariwisata ini. Rute yang akan dilalui, di antaranya, Bundaran Hotel Indonesia - Musem Gajah - Pecenongan - Gedung Kesenian Jakarta - Masjid Istiqlal - Istana Negara - Monas - Balai Kota - Sarinah dan kembali lagi ke Bundaran HI.
Bus tersebut mulai dioperasikan pukul 09.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB dengan pergantian sopir dua shift.
"Di dalam satu bus ada empat awak diantaranya, sopir, kondektur, guide dan polisi pariwisata," tutur Arie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar