Dalam keadaan mendesak, orang bisa melakukan apa saja, termasuk hal paling konyol sekalipun. Demikian halnya yang dilakukan oleh Michael Williams (53), seorang lelaki di South Carolina, Amerika Serikat.
Usai menghabiskan sajian makan siang di restoran Applebee, tepat pada hari Valentine beberapa waktu yang lalu, Michael Williams menyerahkan kartu kredit kepada kasir. Celakanya, setelah digesekkan pada mesin, kartu tersebut ternyata ditolak.
Tak disangka, laki-laki tersebut lalu mengeluarkan uang kertas mainan satu triliunan dari dompetnya dan memberikannya kepada kasir. Tentu saja, uang tersebut tidak berlaku. Sepanjang sejarah, Amerika Serikat tidak pernah mengeluarkan uang kertas pecahan 1 triliun Dolar.
Curiga dengan uang yang dimiliki William, pihak restoran memanggil polisi. Memang, William tidak ditahan karena mencoba membayar makanan dengan uang mainan, namun laki-laki tersebut ditahan atas tuduhan lain.
Ternyata Williams pernah terlibat kasus pengutilan. Atas tindakan tersebut, Williams harus membayar denda sebesar 262 Dolar Amerika, atau sekitar 3 juta Rupiah kepada pengadilan. Sampai saat ini belum diketahui dengan apa Williams membayar makanan yang sudah ia santap di Applebee. Besaran uang tips yang ia berikan kepada pelayan pun masih menjadi misteri. (Huffingtonpost)
Berita Terkait
-
Archipelago Sambut Ramadan dengan Penawaran Spesial "Blessings of Ramadan" di Seluruh Nusantara
-
Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Iftar "Lantern in The Desert", Sajikan Perpaduan Cita Rasa Maroko
-
5 Tempat Dinner Romantis di Bandung, Bikin Momen Valentine Makin Berkesan
-
Atta Halilintar Masuk Bisnis Kuliner, Luncurkan Restoran Nusantara Modern Lamak Rasa
-
Ahmad Dhani Buka Restoran Baru Bintang Lima, Blak-blakan Soal Modal
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret