- Anggota IV BPK Haerul Saleh meninggal dunia akibat insiden kebakaran rumah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat pagi.
- Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang diduga berasal dari sisa tiner bekas renovasi di lokasi kejadian.
- Jenazah disemayamkan di rumah duka Jakarta Selatan sebelum diberangkatkan untuk dimakamkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Suara.com - Jenazah Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh akan dimakamkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara, usai meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya, jenazah Haerul lebih dulu disemayamkan di Rumah Duka Jalan Kartika Utama, Jakarta Selatan.
“Jenazah saat ini disemayamkan di Rumah Duka JI Kartika Utama, Jakarta Selatan, dan rencananya akan dimakamkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara,” demikian keterangan Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK yang diterima Jumat (8/5/2026).
Haerul Saleh diketahui menjabat sebagai Anggota IV BPK sejak April 2022. Keluarga besar BPK turut menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas pengabdian almarhum selama bertugas.
“Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” lanjut keterangan tersebut.
Sebelumnya, Haerul Saleh dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di kediamannya di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat pagi.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan kabar meninggalnya pejabat BPK tersebut.
“Iya Haerul Saleh, orang BPK,” kata Nurma saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.53 WIB.
Baca Juga: Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
Sebanyak 12 unit mobil pemadam dan 48 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
“Berdasarkan informasi dari RT setempat melihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar, diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah,” kata Asril dalam keterangannya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku di lokasi. Namun, Haerul Saleh ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Korban meninggal dunia atas nama Haerul Soleh (49) sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta