Suara.com - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari SAR Brebes dan SAR Bumijawa menyiapkan jalur evakuasi bagi warga Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah. Jalur tersebut disiapkan bagi mereka yang bermukim di lereng Gunung Slamet jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.
"Saat ini, kami bersama teman-teman dari SAR Bumijawa, Kabupaten Tegal, sedang berkumpul di Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes untuk membuka jalur evakuasi," kata Subhan, salah seorang anggota SAR Brebes, melalui saluran telepon, Kamis (13/3).
Selain jalur evakuasi, kata dia, pihaknya juga menyiapkan titik evakuasi di Batursari, Kaliwadas, dan Igirklanceng, Kecamatan Sirampog, Brebes. Sementara di Kabupaten Tegal, titik evakuasi akan dibuka di Batumirah, Kecamatan Bumijawa, Tegal. Sedangkan titik evakuasi di Kecamatan Paguyangan, Brebes, akan dibuka di Pandansari dan Taman.
Subhan melanjutkan, pembukaan jalur dan titik evakuasi tersebut guna mengantisipasi kemungkinan status Gunung Slamet dinaikkan ke level yang membahayakan keselamatan manusia.
"Hingga saat ini memang belum ada dampak dari peningkatan aktivitas Gunung Slamet. Namun gemuruh yang dikeluarkan Gunung Slamet menjangkau Desa Pandansari, Taman, Igirklanceng, Batursari, dan Kaliwadas," tegasnya.
Subhan juga menambahkan, jumlah warga yang harus dievakuasi jika terjadi erupsi Gunung Slamet mencapai 200.000-an jiwa karena kubah lava gunung itu mengarah ke barat laut atau sekitar Bumijawa.
Kendati demikian hingga kini warga yang bermukim di desa-desa terdekat dengan puncak Gunung Slamet tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
"Mereka hanya menyaksikan lontaran-lontaran material yang dikeluarkan Gunung Slamet," katanya.
Seperti diwartakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi pada Senin (10/3), pukul 21.00 WIB, meningkatkan status Gunung Slamet dari "Normal" (level I) menjadi "Waspada" (level II). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!