Suara.com - Paris mengeluarkan peraturan baru untuk mengatasi polusi yang melanda negeri mode itu. Mobil yang memiliki nomor polisi dengan dua angka terakhir yang sama dilarang untuk masuk ke jalan raya. Ini merupakan peraturan pertama yang dikeluarkan pemerintah Prancis dalam membatasi mobil di jalan raya selama dua dekade terakhir.
Sekitar 700 polisi dikerahkan di 60 titik untuk memastikan peraturan itu dijalankan. Untuk memaksa pemilik mobil pribadi mau meninggalkan kendaraannya itu di rumah, pemerintah Prancis menggratiskan ongkos angkutan umum.
“Saya yakin akan dapat banyak penumpang hari ini. Akan ada orang yang biasanya membawa mobil karena tidak mau berdesak-desakan di angkutan umum, hari ini mereka akan menggunakan taksi,” kata salah satu supir taksi di Paris kepada AFP.
Aturan itu berlaku di kota Paris dan 22 area di sekitarnya mulai pukul 5.30. Aturan ini akan dikaji setiap hari. Namun, sepertinya tidak semua warga Paris senang dengan aturan ini.
“Anda tidak punya hak membatasi jumlah kendaraan berdasarkan nomor polisi,” kata salah satu pengendara sepeda motor.
“Yang benar, saya tidak tahu tentang aturan itu,” ujar salah satu supir kendaraan pribasi.
Mereka yang melanggar aturan ini akan dijatuhi denda 22 euro apabila bayar di tempat dan 35 euro apabila dibayar tiga hari lagi. Mobil listrik dan hybrid tetap dibolehkan untuk melalui jalan raya. (CNA/AFP)
Berita Terkait
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut
-
Dasco Damaikan Ketua PWI dan Hotman Paris, Laporan Polisi Dugaan Menghina Wartawan Bakal Dicabut
-
Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur