- Kemlu memulangkan 34 WNI dari Iran sebagai gelombang kedua karena meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
- Evakuasi tahap kedua ini dibagi dua kelompok; 20 orang tiba Jumat dan 14 orang dijadwalkan tiba Sabtu (13-14/3/2026).
- Pemerintah juga mendampingi lebih dari 6.000 WNI tertahan di Timur Tengah, terutama di Jeddah, akibat penutupan ruang udara.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mempersiapkan pemulangan 34 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran pada pekan ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan pemulangan ini merupakan gelombang kedua menyusul evakuasi tahap pertama terhadap 32 WNI yang dilakukan pada awal pekan ini.
"Untuk evakuasi tahap kedua ini tengah berproses, diikuti oleh 34 WNI," kata Heni dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pemulangan WNI gelombang kedua ini terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama sebanyak 20 orang telah tiba di Tanah Air pada Jumat malam (13/3/2026), sementara kelompok kedua berjumlah 14 orang dijadwalkan tiba pada Sabtu (14/3/2026).
Heni menambahkan pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran akan terus melakukan pemantauan dan asesmen keamanan di Iran sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan rencana evakuasi selanjutnya.
"Sesuai statement Pak Menlu tentang evakuasi bertahap, maka keperluan tentang evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana," ujar Heni.
Selain soal pemulangan WNI dari Iran, Heni juga menyebut pemerintah sedang mendampingi WNI di Timur Tengah yang belum dapat kembali ke Tanah Air akibat penutupan ruang udara di kawasan tersebut.
Dia menyebutkan saat ini terdapat lebih dari 6.000 WNI yang tertahan di Timur Tengah, di mana sebagian besar merupakan jemaah umrah yang masih berada di Jeddah, Arab Saudi. Pemerintah saat ini menampung mereka di sejumlah penginapan sambil menunggu jadwal penerbangan selanjutnya.
"Secara bertahap, mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air dan tentunya mempertimbangkan jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka," tandas Heni.
Baca Juga: Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA