Suara.com - Mahkamah Konstitusi Thailand, Jumat (21/3/2014), memutuskan bahwa pemilihan umum yang digelar pada Februari silam tidak sah. Alasannya tidak semua wilayah di negeri itu melakukan menyelenggarakan pemungutan suara.
Keputusan yang diambil melalui proses voting itu menyatakan bahwa pemilu pada Februari lalu melanggar konstitusi, karena para kandidat anggota parlemen di 28 distrik di selatan Thailand tidak bisa mendaftarkan diri. Mereka dihalang-halangi oleh demonstran antipemerintah.
"Pemilu 2 Februari itu tidak bisa berlangsung di seluruh wilayah kerajaan di hari yang sama," bunyi putusan tersebut.
Keputusan itu tampaknya akan semakin memperkeruh situasi politik di negara yang sejak November 2013 dilanda krisis politik, di mana kelompok oposisi menggelar demonstrasi di Bangkok untuk menurunkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.
Belum diketahui kapan pemilihan umum akan digelar kembali. Tetapi Somchai Srisutthiyakorn, salah satu anggota komisi pemilu Thailand, mengatakan pemerintah punya dua pilihan.
"Komisi pemilu bisa meminta pemerintah mengeluarkan dekrit kerajaan untuk menentukan tanggal pemungutan suara atau kami bisa meminta pemimpin semua partai politik untuk memutuskan waktu terbaik menggelar pemilu ulang," kata Srisutthiyakorn.
Hanya saja, jika jadwa pemilu ulang ditetapkan kelompok antipemerintah mengatakan mereka akang mengganggunya kembali.
"Jika mahmakah memutuskan pemilu tidak sah, jangan pernah bermimpi akan ada pemilu lagi. Jika pemilu ulang diumumkan, maka kami akan mengganggunya di semua provinsi dan pemilu tidak akan berhasil," tegas Suthep Thaugsuban, pemimpin kelompok antipemerintah, Kamis (20/3/2014).
Protes antipemerintah sendiri merupakan babak paling anyar dalam krisis politik di Thailand yang berlangsung selama delapan tahun terakhir.
Konflik terjadi antara kelompok masyarakat pedesaan, mayoritas hidup di Thailand bagian utara, yang mendukung Yingluck dan abangnya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Di sisi lain ada kelompok masyarakat kelas menengah, mayoritas di perkotaan dan di selatan Thailand, yang menentang pemerintahan Shinawatra.
Thaksin sendiri digulingkan militer pada 2006 karena tudingan korupsi. Dia kini berada di pengasingan.
Protes yang terjadi lima bulang belakangan dipicu oleh kecurigaan kelompok oposisi bahwa Yingluck sebenarnya hanya boneka Thaksin dan bahwa pemerintah akan mengajukan undang-undang yang memberikan pengampunan kepada Thaksin.
Kelompok oposisi, yang selama hampir lima bulan memblokade Bangkok, menolak pemilu yang digagas Yingluck pada Februari silam. Mereka mendesak agar Yingluck turun dari kursi pemerintahan dan digantikan oleh dewan rakyat. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?