Suara.com - Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Jamil Khir Baharom, membantah keras informasi yang menyebutkan Pemerintah Malaysia menyewa bomoh (dukun) bernama Ibrahim Mat Zin untuk membantu menemukan keberadaan pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang masih misterius.
"Bandara adalah ruang publik (siapapun bisa pergi ke sana). Kami tidak tahu siapa yang mempekerjakannya (Ibrahim) dan itu bukan urusan kami," kata Jamil Khir.
Seperti diketahui, pada tanggal 10 Maret 2014 lalu, Ibrahim -- yang menyebut dirinya Raja Bomoh -- menggelar ritual di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk 'menemukan' pesawat MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.
Ritual Ibrahim menuai kecaman dari sejumlah kalangan karena dianggap merendahkan ajaran Islam dan memalukan bangsa Malaysia.
Jamil Khir mengatakan Departemen Agama Islam dan organisasi Islam di Malaysia akan memantau Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk mencegah ritual bomoh terjadi lagi.
"Tindakan hukum dapat diambil bila pihak yang terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam itu terjadi lagi," katanya. (The Star/Bernama)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
Terkini
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Respons Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Sah Saja, Tapi Kedepankan Adab Ketimuran
-
Golkar Dukung Penuh Diplomasi 'Mengalir Tak Hanyut' Prabowo di AS
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Bukan Soal Beda Pendapat, Menkes Ungkap Alasan dr. Piprim Dipecat
-
1,7 Juta KPM Daerah Bencana Sumatra Terima Bansos
-
Gaya Prabowo Hadapi Konglomerat Berbeda dengan Jokowi: Tertutup, Berbasis Data Satgas