Suara.com - Pebalap nasional Rio Haryanto hanya menempati posisi ke-16 pada race pertama lomba balap mobil GP2 Series 2014 di Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, meski sempat bertengger pada posisi ketiga.
Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati ketika dihubungi dari Semarang, Sabtu (5/4/2014), mengatakan Rio yang tergabung dalam tim EQ8 Caterham Racing menyentuh garis finis ada urutan ke-16 dengan catatan waktu 1"00.39.125 dari 32 kali putaran. Catatan waktu ini terpaut 41,714 detik dari pemenang lomba, S Vandoorne dari tim ART Grand Prix dengan catatan waktu 59:57.411.
Posisi kedua ditempati pebalap tim Carlin J Leal dengan catatan waktu 59:58.962, sedangkan posisi ketiga ditempati pebalap J Palmer dari tim DAMS dengan catatan waktu 1:00.03.291. Rekan satu tim Rio, Alexander Rossi dari Amerika Serikat menempati posisi ke-22 dengan catatan waktu 1:01.31.971.
Dalam race pertama atau 'feature race' yang menempuh 32 putaran atau sejauh 173,184 kilometer tersebut, pebalap asal Solo ini memulai start pada posisi kelima sesuai hasil kualifikasi Jumat (4/4) pukul 20.00 waktu setempat.
Rio Haryanto melakukan start yang bagus dengan ban lunak dan langsung melejit ke posisi ketiga. Sayangnya, pada putaran kedua terjadi tabrakan yang mengakibatkan pebalap tim Trident Axil Jefferies mengalami rusak berat.
Akibat kejadian tersebut mobil pengamanan atau "safety car" pun terpaksa keluar sampai putaran keenam. Rio Haryanto melakukan pit stop dengan bagus dan mengganti ban mobilnya dengan ban jenis keras.
Hasilnya, Rio Haryanto menempati urutan keempat. Namun, dalam beberapa putaran berikutnya ia merasa ketahanan ban terus menurun. Rio mencoba mempertahankannya tetapi mobilnya tidak bisa dipacu lebih cepat lagi.
Race pertama yang berlangsung 32 kali putaran tersebt akhirnya Rio Haryanto mencapai garis finis pada urutan ke-16. Beberapa pebalap yang start di depannya mempunyai hal yang sama, yaitu 'settingan long run' masih belum sempurna. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi
-
Lebih Efisien dari BBM, Seberapa Efektif Truk Listrik Kurangi Emisi?
-
Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto