Suara.com - Partai PDI Perjuangan menyatakan kesiapannya dalam mengikuti Pemilu Legislatif 2014 yang jatuh pada Rabu (9/4/2014).
Bahkan, kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, partai ini sudah menyiagakan tim IT untuk memonitor hasil perolehan pemilihan calon anggota legislatif.
"Ini sudah disiapkan selama satu bulan dan bekerja selama 24 jam," ujar Tjahjo di Jakarta, Senin (7/4/2014).
Tim monitoring yang disiagakan PDI Perjuangan terbagi menjadi dua, 150 orang tugasnya mengontrol perolehan suara dan 35 orang lagi mengontrol berbagai pelanggaran, seperti kecurangan yang terjadi di TPS.
"SDM-nya sendiri ada dari mahasiswa dan relawan, selain itu hacker juga disiapkan guna kelancaran monitoring," kata dia.
Tjahjo mengklaim sistem IT yang dimiliki PDI Perjuangan sama seperti sistem di KPU.
Namun ketika ditanya anggaran untuk menyiapkan tim, ia tidak mau menjelaskannya.
"Ini dirancang selama tiga bulan. Yang penting gotong royong," kata Tjahjo.
Kemudian Tjahjo meminta pengawas pemilu benar-benar menindak para pelanggar, terutama sewaktu kampanye. Misalnya melanggar kampanye dengan menggunakan politik uang.
"Kami antipolitik uang," kata Tjahjo.
Tjahjo juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada TNI/Polri yang selama ini menjaga jalannya kampanye agar tetap aman.
Kemudian, ia mengimbau masyarakat agar menentukan pilihan sesuai dengan keinginan masing-masing,
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
-
Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi
-
5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat
-
KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah
-
Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta
-
Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran