Suara.com - Sejak pagi hingga sore ini, Rabu (9/4/2014), jumlah pengguna hak suara dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tiga TPS yang berada di RW 05, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, ternyata tidak sampai setengahnya. Ketiga TPS itu adalah yang berjejer di Taman Suropati, Menteng, dari arah timur ke barat, atau di sekitar lokasi kediaman Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi).
Sesuai data yang dihimpun, di TPS 27 RW 05 Menteng, DPT yang tercatat mencapai sebanyak 430. Namun yang memberikan hak pilihnya hanya tercatat sebanyak 278 orang. Di tempat ini, Jokowi yang juga merupakan bakal calon (balon) presiden dari PDIP Perjuangan (PDIP), sebelumnya ikut mencoblos.
Selanjutnya, di TPS 26 RW 05 Kelurahan Menteng, tercatat DPT sebanyak 463 orang. Namun yang hadir dan memberikan suara di sini hanya 206 orang, atau kurang dari 50 persen.
Lalu di TPS 25 RW 05 Kelurahan Menteng, DPT yang tercatat adalah sebanyak 334 orang. Namun yang hadir hanya sebanyak 175 orang, itu pun kemudian dikurangi suara tidak sah sebanyak 7 orang.
Menurut Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 27, Prisilia, keikutsertaan yang rendah di tiga TPS yang berada di RW 05 ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya ada yang berlibur sehingga berhalangan, atau malah terdaftar di tempat lain.
"Tapi itu belum diketahui (pastinya) alasan ketidakhadiran mereka," kata Prisilia.
Berita Terkait
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf