Suara.com - Tercatat 25 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat dua bom kembar mobil meledak di pusat kota Homs di Suriah.
Seperti yang dilansir kantor berita pemerintah SANA, serangan tersebut melukai sedikitnya 100 orang di distrik Karam al-Luz. Pemerintah Presiden Bashar Al Assad menuding "teroris-teroris" sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu.
"Dua puluh lima orang mati syahid, termasuk perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 107 lainnya luka-luka setelah ledakan dua bom mobil," kata SANA.
Kelompok pengamat yang berpusat di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, juga melaporkan terjadinya pemboman. Kelompok itu mengatakan peledakan dilancarkan di wilayah yang dihuni oleh kebanyakan penduduk Alawi, yaitu mazhab cabang Syiah, tempat keluarga Assad bermukim.
Pemberontakan Suriah dimulai sebagai rangkaian unjuk rasa damai menentang kekuasaan keluarga Assad yang telah berlangsung selama hampir empat dekade. Rangkaian unjuk rasa itu meningkat menjadi pemberontakan setelah rezim Suriah melancarkan serangan terhadap mereka yang dianggap membangkang.
Sejak pemberontakan pecah Maret 2011 silam, lebih dari 150.000 orang tewas dan jutaan warga mengungsi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek