Suara.com - Calon Presiden dari PDI Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (Jokowi), menginginkan platform sederhana terkait visi misinya. Sehingga rakyat dapat menangkap dan memberikan perubahan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
"Yang kami buat bukan visi misi yang absurd sehingga sulit dipahami rakyat, melainkan platform sederhana sehingga dapat ditangkap dan memberikan perubahan, saya ingin bangun program seperti itu," ujar Gubernur DKI Jakarta tersebut di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut diungkapkan mantan Wali Kota Solo itu saat menghadiri jamuan makan malam bersama forum pemimpin redaksi.
Dituturkan, sejauh ini, dirinya belum membuat visi misi khusus, karena masih mencari pendampingnya untuk bertarung dalam Pilpres mendatang.
"Nanti akan saya sampaikan satu persatu. Misalnya pertanian, energi seperti apa, satu persatulah nanti," kata dia.
Terkait penyusunan visi misi, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut dirancang oleh tim khusus yang berasal dari kalangan akademisi, militer, maupun para ahli di bidangnya masing-masing.
"Ada timnya sendiri. Nanti saya buka semuanya," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan alasan pertemuan dengan Forum Pemred yaitu untuk mendapatkan masukan-masukan terkait semua hal yang berkaitan dengan masalah yang ada di bangsa ini.
Menurut dia, dengan masukan-masukan tersebut maka akan dijadikan bahan pertimbangan untuk mendorong kemajuan bangsa serta kesejahteraan rakyat.
"Kita akan bangun seperti apa negara ini karena hal ini bukan masalah saya saja tetapi masalah bangsa dan negara," ucapnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?