Suara.com - Kisah hidup dan cinta pasangan asal Nasporth, Ohio, Amerika Serikat (AS), Kenneth Felumlee (91) dan Helen Felumlee (92), wajib dicontoh oleh seluruh pasangan kekasih di dunia.
Setelah mengarungi lika liku hidup berbahtera cinta selama 70 tahun, keduanya pun tutup usia di waktu yang nyaris bersamaan. Tepatnya, hanya berbeda 15 jam, setelah meninggalnya sang istri.
Tanda-tanda sang suami bakal pergi menyusul istrinya langsung muncul beberapa saat setelah prosesi pemakaman. Apalagi, ia tampak sangat terpukul, dan tak lagi memiliki harapan hidup.
"Kami tahu ketika salah satu pergi, yang lainnya juga segera pergi," kata anak pasangan itu, Linda Cody.
"Ayah dan ibu saya adalah pasangan abadi. Saat sarapan bersama mereka selalu berpegangan tangan," ujar Cody.
"Dia tak bisa hidup terlalu lama tanpa ibu saya. 12 jam setelah ibu meninggal, ayah langsung menatap anak-anaknya. Kami pun telah tahu kalau dia telah siap untuk menyusul ibu," ungkap Cody.
Setelah mendapatkan tanda itu, lanjut Cody, dia dan seluruh saudaranya langsung mengelilingi ayahnya.
"Kami menyanyikan lagu-lagu favoritnya, membaca alkitab dan berdoa bersama. Kami melakuan pesta perpisahan, dan dia sangat menyukainya," kata Cody.
"Setelah seluruh proses itu, akhirnya ayah meninggal dunia," paparnya.
Saudara Cody, Dick Felumlee menceritakan bahwa ayah dan ibunya adalah pasangan termanis di dunia. Cinta keduanya langsung tersemat ketika mereka saling mengenal semasa remaja silam.
Nahas, cinta tersebut tak direstui oleh orangtua Helen, karena Kenneth berumur lebih muda.
Namun, pasangan itu tidaklah menyerah. Mereka pun memutuskan untuk kawin lari dan pindah ke Kota Nasporth.
"Pada 20 Februari 1944, dua hari menjelang ulang tahun ke-21 ibu, ayah saya mengajak kawin lari dan pindah ke Ohio. Mereka tidak bisa menunggu," katanya.
Untuk menafkahi keluarga, Kenneth sempat bekerja sebagai inspektur gerbong kereta api dan mekanik, sebelum menjadi pengantar surat untuk Kantor Pos Nashport.
Tak cuma itu, Kenneth juga tercatat sebagai guru sekolah minggu di Irville United Methodist Church.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa