Suara.com - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi menilai, gambar Jokowi-Jusuf Kalla yang beredar di media sosial bisa membuat kalangan progresif pendukung Jokowi menarik diri.
Menurut Adhie, gambar tersebut seolah-olah membentuk opini bahwa Jokowi yang merupakan capres dari PDI Perjuangan sudah resmi berpasangan dengan JK yang merupakan mantan Wapres dan juga mantan Ketua Umum Partai Golkar.
“Beredarnya gambar Jokowi-JK itu merupakan salah satu bentuk kampanye hitam. Ini bisa membuat kalangan progresif menarik dukungan buat Jokowi.
Karena sosok JK selain dianggap sebagai tokoh "expired" alias terlalu tua, oleh kaum progresif pro-rakyat dipandang sebagai politisi yang anti-rakyat. Maklum, JK memang sangat anti-subsidi, terutama untuk BBM dan gas,” kata Adhie dalam pesan pendek yang diterima suara.com, Rabu (23/4/2014).
Adhie menambahkan, sebagai tokoh bisnis yang usahanya mengalami perkembangan super pesat ketika menjadi Wapres di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono SBY, JK juga dianggap oleh kaum progresif sebagai tokoh yang tidak jelas sikapnya terhadap praktik Korupsoi Kolusi dan Nepotisme.
Karena itu, untuk meredam kampanye hitam kepada Jokowi, Adhie meminta PDI Perjuangan perlu segera menyampaikan nama dan figur yang akan dipasangkan dengan Jokowi.
Kata dia, Jokowi yang terlanjur disimbolkan sebagai tokoh "pro-rakyat" seharusnya disandingkan dengan figur yang memiliki rekam jejak (track record) keberpihakan kepada rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar