Suara.com - Gerhana matahari cincin yang terlihat dari Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (29/4/2014) sekitar pukul 14.50 Wita, disambut masyarakat dengan memukul 'rantok' dan menggelar shalat gerhana.
Pemukulan rantok atau lesung panjang yang dilakukan sekelompok ibu-ibu berusia lanjut, dipimpin Nenek Madi yang berumur sekitar 102 tahun.
Acara ini merupakan adat dan budaya Samawa yang dilakukan ketika menyambut gerhana bulan dan gerhana matahari, serta ritual adat lainnya.
Menurut Nenek Madi, pemukulan rantok ini selain melestarikan budaya dan adat Samawa, juga dipercaya membantu bumi dan langit yang mengalami 'kesakitan' akibat gerhana tersebut.
"Pukel rantok ta kenang sangilang sakit ade ya perasa leng tana ke langit (pukul rantok ini untuk menghilangkan sakit yang dirasakan bumi dan langit)," kata nenek yang masih jelas bertutur kata dalam Bahasa Samawa.
Sementara itu, Ust H Ahmad Arifin LC, salah satu imam masjid Agung Nurul Huda mengatakan, gerhana matahari itu merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT, sehingga manusia itu dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana.
"Sholat ini sebagai bentuk tunduknya hamba kepada Allah, dan merenungi kebesaran serta kekuasaan Allah," ujar Ust Arifin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- 8 Sepatu Lari On Cloud Diskon di Planet Sports, Hemat Jutaan Rupiah
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Bupati Pekalongan Jadi Tersangka, KPK Beberkan Aliran Rp19 Miliar ke Kantong Pribadi hingga Keluarga
-
Dasco: Kamis Besok Dengar Pendapat Publik soal RUU PPRT
-
KPK Sebut Dalil Praperadilan Gus Yaqut Salah Alamat dan Bukan Lingkup Hakim
-
Terjaring OTT, Bupati Pekalongan Alasan Tak Paham Birokrasi Karena Berlatar Belakang Musisi Dangdut
-
Waketum Golkar: Indonesia Harus Tegas Kutuk Serangan AS-Israel, Tapi Jangan Keluar dari BoP
-
OTT Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Diduga Atur Proyek Pemkab untuk Perusahaan Keluarga
-
Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran
-
Lulusan SD Bisa Jadi PPSU, Pramono Anung Pangkas Syarat Kerja Demi Tekan Jumlah Pengemis Jakarta
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering
-
KPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji yang Seret Eks Menag Yaqut Tembus Rp622 Miliar