Suara.com - Peneliti dan Direktur Pusat Mediasi dan Rekonsiliasi Ambon (Ambon Reconciliation and Mediation Center - ARMC) IAIN Ambon, Abidin Wakano, menyatakan konflik horisontal yang terjadi di Maluku pada 1999 telah mengubah karakter orang Maluku.
"Kita mengalami pergeseran yang luar biasa. Cepat marah, mentalitasnya kasar, baik dari kata-kata maupun tindakan. Itu merusak kebudayaan dan peradaban kita," katanya di Ambon, Rabu.
Abidin yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Ambon dan Direktur Lembaga Antar Iman (LAIM) itu mengatakan pembangunan karakter sangat dibutuhkan, mengingat konflik horisontal yang melibatkan orang Maluku sebagai pelaku sekaligus korban pelanggaran HAM itu menyebabkan trauma berkepanjangan.
Hal tersebut juga menyebabkan berbagai konflik baru yang diakibatkan tidak selesainya proses pembauran masyarakat, setelah kerusuhan yang memakan ribuan korban jiwa itu.
"Tidak hanya trauma tapi terjadi segregasi (pemisahan) di dalam kehidupan masyarakat, konflik antardesa maupun kawasan adalah bagian dari tidak selesainya proses sipilisasi kembali masyarakat kita," ucapnya.
Menurut dia, proses pembinaan perdamaian masyarakat akibat konflik horisontal 1999 membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang, karena membangun kembali rasa saling percaya setelah segregasi yang menyebabkan trauma itu tidaklah mudah.
Oleh karenanya, penanaman dan penguatan kesadaran terhadap kehidupan multikultur dan pluralisme dalam masyarakat harus terus dilakukan.
"Penerapannya memerlukan proses panjang, pembangunan karakter dan kesadaran akan kehidupan beragam yang harus terus ditingkatkan, terutama di tingkat basis, misalnya untuk wilayah keagamaan bisa kepada guru-guru mengaji, pendeta-pendeta yang berhubungan langsung dengan masyarakat," katanya.
Ditambahkannya, ARMC sendiri sejak 2012 masih terus berproses dengan berbagai program pendidikan pembinaan perdamaian kepada guru-guru hingga dosen lintas agama dan etnis di Maluku. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun