Suara.com - Seorang pemilik anjing tega menyewa pemburu untuk membunuh anjingnya daripada untuk mengeutanasianya di dokter hewan. Beruntung, anjing kampung malang tersebut ditemukan seorang pemancing setelah sempat dibuang ke sungai oleh si pemburu
Daripada mengeluarkan 30 Poundsterling atau sekitar Rp600 ribu untuk mengeutanasia si anjing di dokter hewan, si pemilik mengongkosi pemburu sebesar 4 Poundsterling atau sekitar Rp80 ribu untuk menghabisi nyawanya.
Dengan senapan laras panjang, si pemburu menembak Olly, anjing kampung malang itu. Usai ditembak, Olly dibuang ke sungai. Seorang lelaki yang sedang memancing menemukan Olly masih bernapas. Dia pun membawa Olly ke sebuah tempat penampungan hewan. Kebetulan pula, si pemancing melihat lelaki yang diduga menembak Olly sedang memasukkan senapan ke mobil. Si pemancing melihat nomor polisi kendaraan dan melaporkannya ke pihak berwenang.
Olly, yang sebenarnya dalam keadaan sehat sebelum ditembak, dibawa ke meja operasi. Ia menjalani operasi bedah di bagian kepala dan kakinya. Olly, yang kemudian dinamai Lucky, diperkirakan akan pulih dalam waktu dua bulan.
Si pemburu sendiri kabarnya akan diancam dengan hukuman penjara satu tahun atas tuduhan penganiayaan hewan. (Mirror)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam