Suara.com - Pengamat komunikasi politik dari Political Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto mengingatkan Partai Golkar untuk mengambil pelajaran dari pengalaman Pemilu Presiden sebelumnya, yakni tahun 2004 dan 2009.
"Pada pemilu legislatif 2004 Partai Golkar menjadi pemenang dan pada Pemilu Legislatif 2009 berada di posisi kedua, tapi Partai Golkar selalu gagal pada Pemilu Presiden," kata Heri Budianto di Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Heri Budianto menjelaskan pada Pemilu Legislatif 2014, dari hasil hitung cepat, Partai Golkar berada di posisi kedua setelah PDI Perjuangan.
Namun, dengan mengusung calon presiden Aburizal Bakrie, Heri Budianto memperkirakan Partai Golkar akan gagal lagi memenangkan Pemilu Presiden 2014.
"Dengan strategi yang tepat, mestinya Partai Golkar dapat memenangkan pemilu presiden 2004 atau 2009," katanya.
Pengajar komunikasi politik pada FISIP Universitas Mercu Buana Jakarta ini mengusulkan agar Partai Golkar melakukan evaluasi terhadap calon presiden dari partai tersebut.
Menurut dia, calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, elektabilitasnya rendah dan sulit untuk didongkrak menjadi tinggi.
"Nama Pak Aburizal sudah tidak menjual lagi," katanya.
Heri Budianto mengusulkan agar Partai Golkar mengusung tokoh muda yang populer sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
Jika mencermati tokoh-tokoh muda yang populer di Partai Golkar, Heri menilai Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso layak untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
"Priyo Budi Santoso yang kini menduduki jabatan Wakil Ketua DPR RI adalah tokoh populer dan hasil survei Polcomm, popularitas dan elektabilitasnya tinggi. Saya harap Partai Golkar masih bersikap realistis," katanya.
Heri Budianto memperkirakan jika Partai Golkar tetap bersikukuh mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, maka tidak akan memenangkan Pemilu Presiden 2014.
Padahal, kata dia, sejarah Partai Golkar selalu berada di pemerintahan, tidak pernah berada di oposisi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN
-
Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako
-
Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN
-
Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP
-
Ribuan Ikan Mati Mengambang di Karawang, Warga Diminta Jangan Konsumsi
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
-
Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi