Suara.com - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meminta bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Joko Widodo (Jokowi) supaya tidak menyerahkan aset Indonesia ke asing, jika nanti terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.
Hal itu, kata Buya, sesuai dengan Tri Sakti Sukarno yang dicetuskan pada 22 Juni 1966 untuk membentuk negara yang berdaulat dengan syarat, bebas dalam berpolitik, berkepribadian dalam berbudaya dan berdikari dalam ekonomi.
"Itu cita-cita kemerdekaan, jangan disia-siakan dan jangan terlantar. Siapa yang kuasai perbankan? Pertanian? Pertambangan? Itu asing, atau agen pribumi untuk asing atau yang disebut londo ireng," kata Buya dikediamannya di Jalan Halmahera D76, Sleman, Yogyakarta, usai menyambut kedatangan Jokowi, Sabtu (3/5/2014).
Menurutnya, semua step dari point Tri Sakti Sukarno itu harus dikerjakan secara serentak. Karena itu, yang dibutuhan bukan hanya pemimpin yang kuat, tapi jujur dan mampu melarut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra