Suara.com - Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan safari ke sejumlah tempat di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014) dan Minggu (4/5/2014).
"Iya," ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo lewat pesan singkatnya, Jakarta, Sabtu (3/5/2014).
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, safari ini dalam rangka silaturahmi dan penguatan hubungan Jokowi dengan tokoh Islam di sejumlah pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Selain itu Jokowi juga akan berziarah ke makam Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid," kata Basarah saat dihubungi wartawan.
Kunjungan Jokowi ini, tambahnya, dalam rangka melaksanakan ajaran Trisakti Bung Karno yang ke tiga, yaitu membangun kepribadian bangsa yang berkebudayaan Indonesia. "Seperti kita ketahui, tradisi silaturrahmi kepada sesama tokoh bangsa dan ziarah ke makam tokoh-tokoh bangsa adalah bagian dari tradisi yang hidup dalam budaya bangsa Indonesia," ujar Basarah.
Jokowi, kata dia, punya komitmen untuk menjaga tradisi dan budaya bangsa yang diwariskan para leluhur bangsa ini. "Cara tersebut dipandang efektif untuk melindungi budaya bangsa dari gempuran nilai-nilai asing yang dapat menggerus kepribadian bangsa," tambahnya.
Berdasarkan jadwal yang beredar di kalangan wartawan, hari ini Jokowi direncanakan akan menemui Buya Syafii Ma'arif di Yogyakarta, lalu bertemu dengan Khofifah Indar Parawasa di Surabaya, dan setelah itu berkunjung ke Pondok Pesantren Pacul Gowang, KH Anwar Mansur pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, sekaligus ziarah ke makam Abdurahman Wahid (Gusdur).
Sedangkan pada hari Minggu, Jokowi direncanakan berangkat ke Demak, Jawa Tengah untuk mengunjungi Pondok Pesantren Giri Kusumo. Kemudian, menuju Pondok pesantreng Al-Anwar, Sarang, Rembang dan Pondok Pesantren Alfadllu.
Berita Terkait
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar