Suara.com - Calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi rumah Kyai Maimun Zubair (Mbah Mun), pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (4/5/2014).
Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana panjang bahan warna hitam, dan kopiah hitam tiba pukul 15.30 WIB. Kedatangannya disambut permainan marching band oleh para santri. Lantunan lagu berjudul Zahra mengalun ketika Gubernur DKI Jakarta itu masuk gang menuju pondok pesantren.
Mbah Mun yang juga Ketua Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menunggu. Ia mengenakan batik lengan panjang warna merah dan peci putih.
Setelah Jokowi tiba dan saling sapa, kedua tokoh masuk ke dalam dan mereka melakukan pertemuan secara tertutup.
Dua jam kemudian, Jokowi keluar dan meninggalkan rumah kyai terkenal itu. Tim marching band pun mengiringi kepergian Jokowi dengan lagu Final Countdown yang dipopulerkan oleh band rock klasik Europe.
Jokowi bukan orang pertama yang menemui Mbah Mun. Beberapa hari yang lalu, calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto juga datang. Pada waktu itu, Prabowo didampingi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangun (PPP) Surya Dharmaali (SDA).
Sama dengan sambutan untuk Jokowi, pada waktu itu Prabowo juga diiringi pertunjukan marching band. Lagunya adalah Garuda Pancasila. Sedangkan ketika pulang, lagunya berjudul Bad Romance dari Lady Gaga.
Salah satu pemain marching band, Ahmad Samar, menolak bila sambutan ini dikait-kaitkan dengan politik. Menurutnya, itu semua hanya untuk menyambut dan melepas tamu.
"Kami nggak tahu (kalau menjadi masalah). Lagu itu memang dari kami, karena tujuan kami hanya mengiring saja," kata Samar.
Berita Terkait
-
Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum
-
Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur
-
Zulkifli S. Ekomei Sebut Rismon Sianipar Bukan Membelot: Dia Pulang Kampung dan Misinya Sukses!
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M
-
Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id
-
Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok
-
Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?
-
Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?
-
50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?
-
Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja
-
Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia
-
PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan