Suara.com - Kandidat presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo meminta langsung dibandingkan dengan calon lainnya ketika mengkampanyekan dirinya ke masyarakat menghadapi Pemilihan Presiden 2014.
"Langsung saja, rakyat harus diberi perbandingan," kata Joko Widodo saat Rapat Konsolidasi Pemenangan Pemilu Presiden 2014 di DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Semarang, Minggu (4/5/2014).
Menurut dia, tidak perlu panjang lebar dalam berkampanye karena masyarakat sudah semakin cerdas.
"Sampaikan kalau Jokowi seperti ini, kalau yang di sana seperti ini," tambahnya.
Selain itu, lanjut dia, dalam melancarkan "serangan darat", para kader dan simpatisan harus melakukannya dari pintu ke pintu.
Jokowi menilai jika tidak dilakukan secara "door to door" dikhawatirkan masyarakat akan lupa.
Dia menuturkan PDI Perjuangan sudah menyiapkan serangan darat dan udara untuk memenangkan Pemilu Presiden.
Dengan waktu yang semakin sempit tersebut, ia meminta seluruh struktur partai untuk mulai terjun langsung ke lapangan.
"Serangan udara mulai minggu ini. Serangan darat harus dilakukan bersamaan," katanya.
Ia menegaskan Jawa Tengah menjadi salah satu tumpuan untuk memenangkan Pemilu Presiden. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
-
Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran
-
Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar
-
AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun
-
Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata