Suara.com - Hampton Court House, sebuah sekolah menengah atas swasta di Surrey, Inggris, akan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) kelas 2 dan 3 pada pukul 13.30. Peraturan baru ini sengaja dibuat agar siswa punya waktu istirahat yang cukup sebelum masuk kelas.
Sekolah itu akan memulai KBM pada pukul 13.30 dan mengakhirinya pada pukul 19.00 malam. Jika benar-benar diberlakukan pada bulan September mendatang, sekolah ini akan menjadi satu-satunya sekolah di Inggris yang memulai KBM di sore hari.
Pihak sekolah yang menarik bayaran per tahun sebesar Rp291 juta itu yakin bahwa peraturan baru itu akan membuat siswa kian produktif. Selain itu, menurut mereka, jam masuk pada sore hari menghindarkan siswa dari macet.
Peraturan itu dibuat berdasarkan penelitian profesor ilmu syaraf di Universitas Oxford, Russel Foster. Menurut Foster, kaum remaja memiliki kebiasaan tidur larut malam dan bangun lebih siang. Hal itu terjadi lantaran jam biologis remaja berubah seiring pubertas yang mereka alami.
Gabriel Purcell Davis, seorang siswa di sekolah itu, menyambut baik peraturan baru tersebut. Baginya, ia akan merasa lebih segar saat belajar lantaran sudah cukup tidur.
Peraturan itu berlaku hanya untuk kelas 2 dan 3 SMA. Siswa lain tetap masuk pada pukul 9.00 pagi. (Independent)
Berita Terkait
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Akses Ditutup Ahli Waris, 8 Ruang Kelasa di SDN Bunisari Tak Bisa Dipakai
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diluncurkan
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan