Suara.com - Pebalap MotoGP dari tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, bersiap terjun di GP Prancis dengan target bisa kembali menaiki podium di Sirkuit Le Mans tersebut akhir pekan ini.
Lorenzo sendiri menyatakan, saat ini ia hanya memikirkan balapan satu per satu, alias tidak ingin memikirkan kejuaraan (musim balapan) secara keseluruhan. Untuk diketahui, tahun lalu Lorenzo yang start dari posisi kedua, hanya mampu finish di urutan ke-6 di Le Mans.
Meski begitu, pebalap asal Spanyol ini sebenarnya sudah tiga kali juara di sirkuit itu, plus sekali saat masih di kelas 250cc. Kini, juara dunia MotoGP 2010 dan 2012 ini mengaku ingin fokus pada set-up motornya, terutama agar bisa melahap tikungan lebih cepat, demi mengatasi pendeknya jarak antar-tikungan di Le Mans.
"Usai hasil di Jerez, kami sudah bisa menganalisa data saat melakukan uji coba pada Senin (12/5/2014) lalu, serta mendapatkan informasi bagus. Kami menyudahi hari uji coba dengan perasaan senang, setelah bisa menemukan di mana masalahnya saat balapan lalu," ujarnya.
"Kami menemukan bahwa ban belakang lunak terasa lebih nyaman ketimbang dengan ban keras, dan karenanya ke depan kami akan fokus pada formula itu. Kami akan coba mendapatkan motor yang lebih konstan dengan ban lunak, makanya kami perlu memperbaiki motornya supaya beradaptasi," sambungnya.
"Sekarang kami datang ke Le Mans, lintasan baru, sekaligus juga peluang baru. Cuaca akan berperan banyak; biasanya akan lebih dingin dan sulit sebagaimana saat hujan tahun kemarin. Aspalnya bisa jadi akan licin, tapi saya yakin kami bisa mengatasinya dan coba mendapatkan hasil bagus," tambah Lorenzo.
"Saat ini saya hanya berpikir balapan per balapan, dan tidak keseluruhan kejuaraan. Saya rasa saya akan mendapatkan irama kecepatan lebih bagus di sini. Saya pernah menang beberapa kali di Le Mans, dan saya suka sirkuit ini," tandasnya. (MotoGP.com)
Berita Terkait
-
Harga Suku Cadang Yamaha Alami Kenaikan, Bikers Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam
-
Pertamax Meroket Rp 16.250, Segini Modal "Nyesek" Isi Full Tank NMax Turbo Demi Performa Gahar
-
Inspirasi Modifikasi Yamaha Fazzio dan Grand Filano di Ajang CLASSY Modifest 2026
-
Aldi Satya Mahendra Tantang Elite Dunia di Misano Demi Amankan Posisi Klasemen
-
Update Harga Matic 125cc Juni 2026: Vario dan Gear Ketar-ketir Tunggu Banderol Kawasaki Brusky
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?
-
Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo
-
Malam Hari, Bupati Muara Enim Nonaktif Edison Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap BPK
-
Kejagung Rampungkan Penggeledahan di Enam Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Hadiri Perayaan Ulang Tahun Raja Charles III, Mendagri Tito Apresiasi Kemitraan Indonesia - Inggris
-
62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi Sementara, Tunggu Pencairan Anggaran
-
Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran
-
DPRD DKI Minta RDF Rorotan dan Bantargebang Dioptimalkan Jelang Larangan Open Dumping
-
Dimulai! Penyidikan Kasus Penyiksaan Menteri Israel Ben Gvir ke Aktivis Gaza
-
Mira Hayati Lunasi Denda Rp 1 Miliar dalam Kasus Kosmetik Bermerkuri