Suara.com - Militer Thailand meminta pelaksana tugas Perdana Menteri, Niwatthamrong Boonsongphaisan dan kabinetnya untuk melapor ke sebuah kompleks militer di Bangkok bagian utara, hari Kamis (22/5/2014). Perintah itu diberikan setelah militer mengumumkan kudeta atas pemerintahan negeri gajah putih tersebut.
Perintah untuk melapor itu disampaikan oleh wakil juru bicara militer Winthai Suvaree lewat siaran televisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, militer Thailand mengkudeta pemerintahan setelah pertemuan antara faksi politik yang berseberangan tidak kunjung mencapai titik temu. Kudeta diumumkan langsung oleh Panglima Militer Jenderal Prayuth Chan-O-Cha lewat siaran televisi.
Ini adalah untuk yang ke 12 kalinya militer Thailand mengambil alih pemerintahan tanpa ada pertumpahan darah. (Reuters)
Berita Terkait
-
Militer Thailand Minta Demonstran Pulang ke Rumah Masing-masing
-
Militer Batasi Siaran Televisi dan Radio Thailand
-
Menyusul Kudeta, Militer Thailand Berlakukan Jam Malam di Seluruh Negeri
-
Paksa Demonstran Bubar, Tentara Thailand Lepaskan Tembakan Peringatan
-
Demonstran "Kaos Merah" Thailand Tolak Bubarkan Aksi
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi