Suara.com - Pembocor rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden, membantah disebut peretas biasa. Snowden mengaku dirinya adalah agen penyamaran yang bekerja untuk Badan Intelijen Amerika Seriakt (CIA) dan NSA.
"Saya dilatih sebagai seorang mata-mata, dengan peran itu saya hidup dan bekerja sambil menyamar di luar negeri - berpura-pura melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaan saya - dan bahkan memakai nama yang bukanlah nama asli saya," kata Snowden dalam wawancara dengan NBC News.
Sebelumnya, santer diberitakan bahwa pemerintahan AS menyebutnya sebagai peretas biasa. Snowden, yang kini tinggal di Rusia setelah mendapat suaka sementara, menyebut dirinya sebagai "seorang spesialis teknik atau seorang ahli teknik".
Selain menceritakan sepak terjangnya di dunia spionase, Snowden juga mengaku pernah mengajar di sebuah akademi intelijen.
Setelah tidak lagi menjadi agen pemerintah, Snowden melanjutkan karier intelijennya dengan menjadi kontraktor swasta di NSA. Saat menjalankan tugas di Hawaii, Snowden mengunduh sekitar 1,7 juta file rahasia lalu melarikannya ke Hongkong dan selanjutnya ke Moskow.
Snowden menjadi buronan atas tuduhan spionase dan kepemilikan paspornya dicabut oleh pemerintah AS. Snowden menyebarkan berbagai kebobrokan NSA. Dari file yang dicuri Snowden terungkap bahwa NSA meretas percakapan telepon sejumlah kepala negara sekutu AS. Pada dokumen Snowden terungkap pula, ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu negera Ani Yudhoyono pernah disadap oleh Badan Intelijen Australia. (USA Today)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
-
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah