Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa sekitar 20.200 masker telah dikirim untuk penduduk di sejumlah wilayah yang terdampak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Selain masker, logistik lainnya seperti makanan dan lain sebagainya juga telah dikirim," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (2/6/2014).
Dia menjelaskan kondisi di Kota Bima sendiri pada saat ini masih terdapat sisa-sisa debu vulkanik.
"Namun, kondisinya sudah lebih baik karena pada Minggu (1/6) kemarin hujan turun dan mengurangi debu vulkanik di wilayah tersebut," katanya.
Bandar Udara Muhammad Salahuddin di Bima, menurut dia, juga sudah memulai kembali penerbangan ke berbagai wilayah.
Ia mengemukakan dampak erupsi Gunung Sangeang Api juga terasa hingga ke Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Laporan yang masuk ke BNPB menyebutkan bahwa sebagian abu erupsi Gunung Sangeang Api sampai ke Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Sumba Timur di NTT," kata Sutopo.
Sebagian abu vulkanik, dikatakannya, juga ada yang jatuh ke laut.
Sutopo menjelaskan bahwa laporan yang masuk ke BNPB menyebutkan Kabupaten Sumba Timur mengalami hujan debu pada Jumat (30/5/2014) malam.
Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima meletus pada Jumat (30/5/2014) pukul 15.55 Wita.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menaikkan status gunung itu dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) terhitung mulai Jumat pukul 16.00 Wita.
Sutopo menambahkan Pulau Sangeang Api bukan merupakan wilayah permukiman permanen. (Antara)
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga